Lompat ke isi
Kalyan Vet Kalyan Vet

Bulu rontok pada kucing: mana yang wajar dan mana yang bukan

Pratayang internal. Halaman ini belum disahkan dan tidak diindeks mesin pencari.

· 1 menit baca

Pembuka

Semua kucing merontokkan bulu. Yang perlu dibedakan adalah rontok yang merata dan bertahap, dengan rontok yang meninggalkan bagian menipis atau botak.

1. Yang wajar

  • Merata di seluruh badan
  • Kulit di bawahnya terlihat sehat, tidak merah dan tidak bersisik
  • Tidak ada bagian yang botak
  • Meningkat pada peralihan musim atau saat suhu berubah
  • Meningkat pada kucing berbulu panjang
Siapkan ini sebelum mengirim pesan pada Bulu rontok pada kucing: mana yang wajar dan mana yang bukan

2. Yang perlu diperiksa

  • Ada bagian botak, apalagi berbentuk bulat
  • Kulitnya merah, bersisik, berkerak, atau berbau
  • Dia menggaruk, menjilat, atau menggigit satu tempat terus-menerus
  • Rontoknya terpusat di satu daerah, terutama pangkal ekor atau punggung belakang
  • Ada bintik hitam kecil seperti butiran pasir di kulitnya
  • Menjilati perut sampai botak, tanpa kulitnya terlihat merah
  • Disertai penurunan berat badan atau perubahan nafsu makan
Yang sebaiknya tidak dikerjakan dulu pada Bulu rontok pada kucing: mana yang wajar dan mana yang bukan

3. Sebab yang lazim

  • Kutu, dan ini penyebab tersering. Pola khasnya di punggung bagian belakang
  • Jamur, yang biasanya berbentuk bercak bulat
  • Tungau
  • Alergi, baik terhadap makanan maupun lingkungan
  • Stres, yang sering muncul sebagai menjilati satu tempat berlebihan
  • Masalah hormon, lebih jarang
  • Nyeri di suatu tempat, yang membuatnya menjilati daerah itu terus
Sebab yang lazim pada Bulu rontok pada kucing: mana yang wajar dan mana yang bukan

4. Cara memeriksa kutu tanpa alat

Sisir dengan sisir rapat di atas kertas putih basah. Bila bintik hitam yang jatuh berubah kemerahan saat terkena air, itu petunjuk kuat adanya kutu, walau kutunya sendiri tidak terlihat.

5. Yang sebaiknya tidak dilakukan

  • Mengganti sampo berkali-kali dalam waktu singkat
  • Memakai obat kulit manusia
  • Memberi minyak atau bahan rumahan pada kulit yang sudah luka
  • Mencukur untuk "membuat bulunya tumbuh lebih bagus"
  • Berganti makanan berulang kali dalam beberapa minggu, sebab bila dugaannya alergi makanan, pergantian yang cepat justru membuat penilaiannya mustahil

6. Yang membantu saat berkonsultasi

  • Foto bagian yang rontok, dari jarak dekat dan dari agak jauh
  • Sejak kapan
  • Apakah menyebar atau tetap di satu tempat
  • Apakah dia gatal, dan seberapa sering menggaruk
  • Apakah ada hewan atau orang lain di rumah yang ikut gatal
  • Apakah ada yang berubah belakangan: makanan, sabun lantai, pengharum, perabot baru

7. Pertanyaan yang sering muncul

Kucing rontok tapi tidak gatal, apakah tetap perlu diperiksa?

Perlu, bila ada bagian yang menipis atau botak. Beberapa sebab memang tidak menimbulkan gatal, dan itu justru menyempitkan kemungkinannya.

Apakah bulu rontok bisa karena makanan?

Bisa, dan menilainya menuntut waktu serta cara yang tertata. Berganti-ganti makanan sendiri justru mengaburkan jawabannya.

Kucing saya menjilati perutnya sampai botak, itu kenapa?

Pola itu punya beberapa kemungkinan, termasuk stres dan nyeri di dalam. Itu pantas diperiksa, bukan dianggap kebiasaan.

Apakah bisa diperiksa di rumah?

Bisa, dan untuk keluhan kulit justru lebih berguna, sebab dokter ikut melihat lingkungannya dan hewan lain di rumah.

8. Penutup

Dua hal itu sudah cukup untuk mempersempit kemungkinannya sebelum diperiksa langsung.

Dokter datang ke rumah Anda di Jabodetabek

Peliharaan Anda tidak perlu naik mobil, mengantre, atau bertemu hewan lain yang membuat dia stress. Ceritakan keluhannya lewat WhatsApp, kami bantu putuskan perlu diperiksa hari ini atau masih bisa ditunggu.

Ringkasan layanan

AreaJabodetabek
Biaya kunjunganditanyakan lewat WhatsApp
Ceritakan keluhannya
Ceritakan keluhannya