Burung mencret, dan kenapa sebagian besarnya bukan mencret
Pembuka
Kotoran burung tidak sama susunannya dengan kotoran anjing dan kucing. Sekali buang, ada tiga bagian yang keluar bersamaan, yaitu bagian padat yang berbentuk memanjang, bagian putih atau krem yang menempel padanya, dan air bening di sekelilingnya.
Yang biasanya membuat orang menyebut burungnya mencret yaitu bertambahnya bagian air. Alas sangkar terlihat basah dan bercaknya melebar, padahal bagian padatnya masih berbentuk. Keadaan itu berbeda maksudnya dengan bagian padat yang kehilangan bentuk, dan penanganannya juga berbeda.
Karena itu, sebelum memutuskan seberapa mendesak, lihat dulu bagian mana yang berubah.
1. Yang tidak bisa ditunggu
Hubungi dokter hari itu juga bila muncul salah satu dari ini:
Dua yang paling sering diremehkan yaitu burung yang turun ke dasar sangkar dan bagian putih yang berubah warna. Burung sehat bertengger. Burung yang memilih dasar sangkar sudah kehilangan cukup banyak tenaga, dan itu bukan tanda awal.
- Bagian padatnya hilang sama sekali, sehingga yang tersisa hanya cairan
- Ada darah, atau kotorannya hitam pekat seperti aspal
- Bagian putihnya berubah menjadi hijau terang atau kuning
- Burung duduk di dasar sangkar dengan bulu mengembang
- Berhenti makan, atau berhenti berbunyi sama sekali
- Ekornya ikut naik turun setiap kali bernapas
- Bulu di sekitar dubur terus menempel oleh kotoran
2. Kenapa pada burung jaraknya lebih pendek
Burung menyembunyikan sakitnya lebih rapi daripada hampir semua hewan peliharaan lain. Selama masih sanggup, dia tetap bertengger, tetap menegakkan bulu, dan tetap terlihat tenang. Saat dia berhenti berpura-pura, penyakitnya sudah berjalan agak lama.
Tubuhnya juga bekerja dengan pembakaran yang tinggi dan cadangan yang tipis. Kehilangan cairan yang pada anjing masih bisa dikejar dalam sehari, pada burung kecil sudah menguras dalam hitungan jam. Bulu yang basah oleh kotoran menambah beban lagi, sebab panas badannya ikut lepas lewat bulu yang tidak lagi rapi.
3. Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Jangan memberi obat manusia atau obat burung yang dijual bebas sebelum sebabnya jelas, sebab sebagian menutupi gejala dan membuat keadaan sebenarnya sulit dinilai
- Jangan menghentikan air minumnya dengan maksud mengeringkan kotorannya
- Jangan menjemur di bawah matahari terik untuk menghangatkan. Kehangatan yang dia butuhkan teduh dan merata, bukan panas langsung
- Jangan mengganti pakannya mendadak menjadi biji-bijian saja
- Jangan membuang alas sangkarnya sebelum kotorannya sempat dilihat atau difoto
- Jangan memandikannya saat dia sedang lemas
4. Sebab yang lazim
- Buah dan sayur berair yang diberikan berlebihan, dan ini sering bukan penyakit
- Pakan yang sudah basi, lembap, atau berjamur
- Perubahan pakan yang mendadak
- Stres, misalnya pindah sangkar, pindah ruangan, atau suara ribut terus menerus
- Gangguan saluran cerna karena kuman
- Cacing dan parasit lain
- Bahan berbahaya yang termakan, termasuk cat yang terkelupas dan bagian mainan yang tergigit
- Penyakit organ dalam yang gejalanya kebetulan muncul lewat kotoran
5. Yang biasanya dikerjakan dokter
- Menimbang dan meraba tulang dada untuk menilai apakah dia sudah menyusut
- Melihat kotorannya langsung, lalu memisahkan bagian mana yang sebenarnya berubah
- Menilai kehangatan tubuh dan cairan yang sudah hilang
- Menanyakan pakan, air minum, bahan sangkar, dan mainan yang sering digigit
- Memeriksa sampel kotoran bila dugaannya mengarah ke parasit atau kuman
- Memberi cairan dan kehangatan terkendali bila diperlukan
- Pemeriksaan darah atau rontgen bila gejalanya tidak cocok dengan sebab sederhana, dan ini menuntut alat yang tidak selalu bisa dibawa ke rumah
6. Pertanyaan yang sering muncul
Bagaimana membedakan mencret dari kencing yang bertambah banyak?
Lihat bagian padatnya. Bila masih berbentuk memanjang walau dikelilingi air, yang bertambah airnya. Bila bagian padatnya ikut kehilangan bentuk, itu yang disebut mencret.
Kotorannya hijau, apakah berbahaya?
Tergantung bagian mana yang hijau. Bagian padat bisa berwarna mengikuti pakan, misalnya sayuran. Bagian putihnya yang berubah hijau atau kuning perlu diperiksa hari itu juga.
Dia banyak makan buah lalu kotorannya berair, apakah dia sakit?
Sering kali tidak. Coba kurangi buah berair selama satu sampai dua hari sambil memastikan dia tetap aktif dan tetap makan. Bila tidak membaik, jangan diteruskan sendiri.
Perlukah kotorannya difoto?
Sangat membantu. Foto alas sangkar dengan cahaya cukup, dan simpan alasnya. Warna dan bentuk berubah setelah kering, sehingga foto yang diambil segar bernilai lebih.
Apakah bisa diperiksa di rumah?
Sebagian besar pemeriksaan awalnya bisa, dan burung biasanya lebih tenang di sangkarnya sendiri. Pemeriksaan yang menuntut laboratorium disampaikan sejak awal.
7. Penutup
Sebutkan sejak kapan kotorannya berubah, bagian mana yang berubah dan warnanya, serta apakah dia masih bertengger dan masih makan. Tiga keterangan itu sudah cukup untuk menilai seberapa cepat dia perlu ditangani.