Menemani anak berpamitan dengan hewan peliharaannya
Pratayang internal. Halaman ini belum disahkan dan tidak diindeks mesin pencari.
Pembuka
Bagi anak, ini sering kematian pertama yang benar-benar dia alami sendiri. Cara ia dijelaskan akan diingat lama, kadang jauh lebih lama daripada yang orang tua kira.
Halaman ini bukan nasihat pengasuhan. Ia cuma menaruh beberapa hal yang biasanya membantu, dan beberapa hal yang biasanya menyulitkan.
1. Beri tahu, jangan disembunyikan
Anak hampir selalu tahu ada yang tidak beres, walau tidak bisa menyebutkannya. Yang disembunyikan tidak hilang, ia cuma berubah jadi kebingungan yang tidak bisa ditanyakan.
Menyampaikannya lebih dulu juga memberi dia kesempatan berpamitan, dan kesempatan itu tidak bisa dikembalikan bila terlewat.
2. Pakai kata yang sebenarnya
Ini yang paling sering keliru, dan kekeliruannya masuk akal sebab niatnya baik.
- "Mati" atau "meninggal", bukan "pergi", "tidur panjang", atau "dibawa jalan-jalan"
- Kata halus membuat anak menunggu kepulangan yang tidak akan terjadi
- "Tidur" bisa membuat anak takut tidur, atau takut orang lain yang tidur tidak bangun lagi
- Bila keputusannya euthanasia, jelaskan sesuai umurnya bahwa itu dilakukan supaya dia tidak kesakitan lagi, bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba
3. Sesuaikan dengan umurnya
- Balita. Belum memahami bahwa kematian menetap. Cukup sampaikan bahwa dia tidak kembali, dan siapkan diri untuk pertanyaan yang sama berulang kali. Pengulangan itu wajar
- Usia sekolah dasar. Mulai memahami, dan sering bertanya sangat rinci. Jawab apa adanya dengan tenang. Sebagian merasa ini kesalahannya, dan itu perlu dibantah langsung
- Praremaja dan remaja. Memahami sepenuhnya, tetapi sering menutup diri. Beri ruang, dan jangan memaksa bicara. Kehadiran lebih berarti daripada percakapan
4. Boleh ikut menemani?
Boleh, dan boleh juga tidak. Yang menentukan bukan umurnya, melainkan apakah dia sendiri ingin, dan apakah dia sudah tahu apa yang akan terjadi.
Bila ikut, jelaskan lebih dulu apa yang akan dia lihat. Yang membuat anak takut biasanya bukan kejadiannya, melainkan kejadian yang tidak dia duga.
Bila tidak ikut, beri kesempatan berpamitan sebelumnya.
5. Setelahnya
- Biarkan dia sedih, dan jangan buru-buru menghiburnya supaya berhenti menangis
- Perlihatkan bahwa Anda juga sedih. Orang tua yang menyembunyikannya mengajarkan bahwa kesedihan harus disembunyikan
- Beri sesuatu untuk dikerjakan: menggambar, menulis surat, memilih fotonya, menaruh kalungnya di tempat khusus
- Jangan langsung mengganti dengan hewan baru. Ia bisa terbaca bahwa yang hilang tergantikan
6. Kalau anak menyalahkan diri sendiri
Ini sering terjadi, terutama bila ia pernah lupa memberi makan, pernah kesal, atau pernah berkata kasar kepada hewannya. Sampaikan dengan jelas bahwa itu bukan sebabnya, dan ulangi bila perlu. Sekali sering tidak cukup.
7. Pertanyaan yang sering muncul
Anak saya tidak menangis sama sekali, apakah wajar?
Wajar. Sebagian anak menunjukkannya belakangan, kadang berminggu-minggu kemudian, atau lewat hal yang tidak berhubungan.
Perlu diberi tahu sebelum atau sesudah?
Sebelum, bila keadaannya memungkinkan, sebab itu memberi kesempatan berpamitan.
Bagaimana kalau dia bertanya ke mana perginya?
Jawab sesuai keyakinan keluarga Anda, dan tidak apa-apa juga menjawab bahwa Anda tidak tahu pasti. Jujur lebih baik daripada jawaban rapi yang nanti terasa tidak benar.
Apakah dia perlu melihat jenazahnya?
Bila ia ingin, boleh, sesudah dijelaskan apa yang akan dia lihat. Jangan dipaksa, dan jangan dilarang tanpa alasan.
8. Penutup
Sampaikan saja bahwa ada anak di rumah saat Anda mengabari. Beberapa hal bisa diatur berbeda, termasuk waktunya dan cara menjelaskannya.