Burung cacingan, dan kenapa sering baru ketahuan saat badannya sudah menyusut
Pembuka
Cacingan pada burung jarang terlihat dari luar di awal. Cacingnya hidup di saluran cerna, dan telurnya keluar bersama kotoran dalam ukuran yang tidak terlihat mata. Yang terlihat pemilik biasanya akibatnya, yaitu badan yang pelan-pelan menyusut.
Karena itu cacingan sering baru ketahuan saat burung sudah kurus, dan pada saat itu badannya sudah kehilangan cukup banyak cadangan.
1. Tanda yang perlu diperhatikan
Pada cacing gilig, yaitu cacing usus yang paling sering dibicarakan, tanda yang tercatat antara lain:
- Kondisi badan yang menurun
- Lemah
- Badan menyusut sampai tulang dada terasa menonjol
- Pada infeksi yang berat, saluran cerna bisa tersumbat
Cacing pita lebih jarang ditemukan pada burung yang dibiakkan di rumah. Burung yang terkena sering tidak menunjukkan tanda apa pun, atau hanya terlihat tidak segar, dengan atau tanpa mencret.
2. Yang tidak bisa ditunggu
Hubungi dokter hari itu juga bila:
- Burung duduk di dasar sangkar dengan bulu mengembang
- Berhenti makan
- Tulang dadanya terasa tajam saat diraba
- Lemah sampai sulit bertengger
3. Bagaimana burung tertular
- Menelan telur cacing yang ada di lingkungan yang tercemar kotoran
- Dipelihara di luar ruangan. Burung liar dapat menularkan cacing gilig kepada burung yang dipelihara di sangkar luar, sehingga risikonya lebih tinggi daripada burung di dalam rumah
- Memakan hewan perantara. Cacing pita membutuhkan hewan perantara seperti serangga, cacing tanah, dan siput, sehingga lebih mungkin muncul pada burung yang bisa menjangkaunya
4. Kenapa sekali periksa kotoran belum tentu cukup
Cacingan dipastikan dengan memeriksa kotoran di bawah mikroskop untuk mencari telurnya. Tetapi telur cacing tidak selalu keluar setiap saat. Hasil yang tidak menemukan telur pada satu kali pemeriksaan belum tentu berarti burung bebas cacing.
Karena itu, bila tandanya kuat tetapi hasil pertama bersih, pemeriksaan kotoran kadang perlu diulang.
5. Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Jangan memberi obat cacing tanpa pemeriksaan, karena jenis cacingnya menentukan penanganannya
- Jangan hanya menangani satu burung bila beberapa burung berbagi sangkar, tenggeran, atau tempat pakan
- Jangan membiarkan kotoran menumpuk di dasar sangkar
6. Mencegah
- Bersihkan dasar sangkar dan tempat pakan secara teratur
- Jauhkan pakan dan air minum dari jangkauan kotoran burung liar
- Pisahkan burung yang baru datang dan periksakan kotorannya sebelum disatukan
- Bila burung dipelihara di sangkar luar, perhatikan celah yang bisa dimasuki burung liar
7. Yang biasanya dikerjakan dokter
- Menimbang dan meraba tulang dada
- Memeriksa kotoran untuk mencari telur cacing, dan mengulanginya bila perlu
- Menanyakan letak sangkar, burung lain, dan burung yang baru datang
- Menentukan penanganan untuk burung yang sakit dan burung lain yang berbagi tempat
8. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah cacing selalu terlihat di kotoran burung?
Tidak. Yang dicari telurnya, dan telur cacing terlalu kecil untuk dilihat tanpa mikroskop.
Burung saya kurus tapi masih makan, apakah pasti cacingan?
Belum tentu. Badan yang menyusut juga bisa karena pakan yang kurang gizi, infeksi, atau stres. Pemeriksaan kotoran membantu memisahkan cacing dari penyebab lain.
Apakah burung yang tidak pernah keluar rumah bisa cacingan?
Bisa, walau risiko cacing gilig lebih tinggi pada burung yang dipelihara di luar ruangan.
Apakah cacingan bisa menular ke burung lain?
Bisa, lewat telur cacing di kotoran yang mencemari tempat pakan dan sangkar. Karena itu burung lain yang berbagi tempat ikut diperhatikan.
Kalau tulang dadanya terasa tajam, periksakan kotorannya
Sebutkan apakah dia dipelihara di dalam atau di luar ruangan, apakah ada burung yang baru datang, dan apakah dia masih makan. Simpan kotoran segar di wadah bersih bila diminta.