Ciri-ciri kucing jamuran atau scabies: beda gejala dan penanganan
Pembuka
Keluhan ini sering sekali: kucing dianggap jamuran, sudah diberi salep, tetapi tidak sembuh-sembuh. Sering kali penyebabnya bukan jamur, melainkan scabies atau kudis, yaitu tungau kecil yang menggali di bawah kulit.
Penyebabnya berbeda, jadi obatnya pun berbeda. Halaman ini membantu Anda mengenali bedanya.
1. Mengenal jamur kulit (ringworm)
Walau namanya ringworm, penyebabnya jamur yang menyerang kulit dan bulu, bukan cacing.
- Botak berbentuk lingkaran seperti cincin
- Kulit di tengahnya bersisik kering seperti ketombe
- Biasanya tidak terlalu gatal
- Bisa muncul di bagian tubuh mana pun, sering di badan atau kepala
- Pemastiannya lewat pemeriksaan bulu di bawah mikroskop, dan sebagian jenis jamur berpendar hijau di bawah lampu ultraviolet khusus
2. Mengenal scabies (kudis)
Scabies pada kucing disebabkan tungau yang menggali terowongan di bawah kulit.
- Gatal luar biasa, kucing menggaruk sampai berdarah
- Kulit menebal, berkerut, dan berkerak abu-abu seperti semen
- Mulai dari ujung telinga dan wajah, lalu menyebar ke leher dan kaki
- Pemastiannya lewat kerokan kulit yang diperiksa di bawah mikroskop
3. Perbandingan singkat
- Rasa gatal: jamur sedang atau kadang-kadang, scabies sangat hebat sampai kucing terus menggaruk
- Bentuk luka: jamur berupa botak melingkar dengan sisik kering, scabies berupa kerak tebal dengan kulit berkerut dan keras
- Penanganan: jamur memerlukan obat antijamur, scabies memerlukan obat antiparasit, keduanya diresepkan dokter sesuai berat dan kondisi kucing
4. Kenapa jangan menebak sendiri
Salah obat membuat keluhan berlarut. Salep yang lembap bisa membuat jamur makin subur, sedangkan obat jamur tidak berguna untuk tungau.
Tampilan keduanya juga bisa mirip dengan alergi, kutu, atau infeksi bakteri. Pemastian lewat pemeriksaan kulit jauh lebih cepat daripada berganti-ganti obat.
5. Kapan perlu segera diperiksa
Periksakan segera bila muncul salah satu tanda ini:
- Gatal hebat sampai kulit luka dan berdarah
- Kerak menyebar cepat dari telinga ke wajah dan leher
- Kulit basah, bernanah, atau berbau
- Kucing lemas, tidak mau makan, atau berat badannya turun
- Ada anggota keluarga yang ikut gatal atau muncul bercak di kulit
- Yang terkena anak kucing, kucing tua, atau lebih dari satu kucing di rumah
6. Pertanyaan yang sering muncul
Apa beda jamur dan scabies pada kucing secara kasat mata?
Jamur biasanya berupa pulau botak melingkar yang kemerahan dengan sisik kering. Scabies biasanya berupa kerak tebal di ujung telinga, siku, dan wajah yang sangat gatal. Tampilan keduanya bisa mirip, jadi pemastiannya lewat pemeriksaan kulit.
Apakah jamur dan scabies kucing menular ke manusia?
Ya, keduanya bisa menular ke manusia. Jamur menimbulkan bercak merah melingkar yang gatal, sedangkan scabies kucing menimbulkan bintik merah gatal, sering di sela jari dan perut. Keluhan pada manusia diperiksakan ke dokter atau fasilitas kesehatan.
Apakah memandikan kucing dengan sabun bisa menyembuhkan jamur atau scabies?
Tidak tuntas. Mandi dengan sabun tertentu hanya membantu sebagai perawatan penunjang, dan pilihannya sebaiknya ditanyakan ke dokter. Scabies memerlukan obat antiparasit untuk membasmi tungau di bawah kulit, dan jamur yang luas memerlukan obat antijamur yang diminum.
Bisakah kulit kucing diperiksa di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet datang ke rumah di Jabodetabek untuk memeriksa kulit, termasuk mengambil kerokan kulit dan contoh bulu, lalu meresepkan obat sesuai hasilnya. Jadwal dan perkiraan biaya disampaikan lewat WhatsApp sebelum berangkat.
Kirim foto kulitnya sebelum membeli salep berikutnya
Kirim foto bagian yang botak atau berkerak dari dekat, sebutkan sejak kapan, seberapa gatal, dan apakah ada anggota keluarga yang ikut gatal.