FeLV pada kucing (feline leukemia virus): tanda, tes, dan vaksin
Pembuka
"Saya baru mengadopsi anak kucing dari penampungan. Badannya kurus dan sering pilek. Perlu tes apa saja?" Jawabannya hampir selalu diawali tes FIV dan FeLV sebelum kucing baru digabung dengan kucing lain.
FeLV (feline leukemia virus) sering tidak terdeteksi, padahal akibatnya berat. Kucing yang tertular bisa tampak sehat berbulan-bulan sampai bertahun-tahun, jadi statusnya hanya bisa diketahui lewat tes.
1. Apa itu FeLV dan kenapa serius
FeLV adalah virus yang hanya menyerang kucing. Kerusakannya lewat tiga jalan:
- Menekan daya tahan tubuh, sehingga kucing mudah terkena infeksi lain
- Memicu kanker, paling sering kanker kelenjar getah bening atau kanker darah
- Menekan sumsum tulang, sehingga sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah berkurang
2. Cara penularannya
- Air liur saat saling menjilat, cara paling sering di rumah yang berisi banyak kucing
- Berbagi mangkuk makan dan minum
- Luka gigitan saat berkelahi
- Dari induk ke anak, saat dalam kandungan atau lewat susu
- Berbagi kotak pasir, dengan risiko yang lebih rendah
FeLV tidak menular ke manusia maupun anjing. Yang paling berisiko adalah kucing yang bebas keluar rumah, kucing di rumah berisi banyak kucing yang statusnya tidak diketahui, dan anak kucing dari induk yang tidak jelas.
3. Gejalanya beragam dan tidak khas
- Berat badan turun terus walau masih makan
- Gusi dan lidah pucat karena kurang darah
- Lemas dan lebih banyak tidur
- Infeksi berulang: pilek tak kunjung sembuh, infeksi kulit, radang telinga, atau bisul bernanah
- Radang gusi dan mulut yang menahun
- Kelenjar getah bening membesar di leher, ketiak, atau lipat paha
- Demam naik turun dan mencret yang hilang timbul
Pada tahap lanjut bisa muncul kanker, kurang darah berat, atau keguguran pada induk.
4. Tes FeLV
Tes yang paling sering dipakai adalah tes cepat dari sedikit darah, yang sekaligus memeriksa FIV. Kucing yang sebaiknya dites:
- Kucing yang baru diadopsi, sebelum digabung dengan kucing lain
- Kucing yang akan divaksin FeLV
- Kucing sakit dengan gejala yang mengarah ke FeLV
- Kucing yang baru berkelahi dengan kucing tak dikenal, lalu dites ulang sekitar dua bulan kemudian
Hasil negatif berarti virus tidak terdeteksi saat ini. Kucing yang baru tertular bisa masih negatif, jadi tesnya diulang sekitar dua bulan kemudian.
Hasil positif tidak selalu berarti infeksi seumur hidup. Sebagian kucing berhasil menekan virusnya sehingga hasilnya bisa berubah negatif. Tes ulang membantu membedakannya.
5. Vaksin FeLV
Vaksin FeLV hanya diberikan pada kucing yang hasil tesnya negatif. Panduan vaksinasi internasional menganjurkannya untuk kucing di bawah satu tahun, terutama di daerah yang FeLV-nya banyak ditemukan. Sesudah umur satu tahun, keputusannya menurut risiko.
Rangkaian awalnya dua kali dengan jarak 3 sampai 4 minggu, lalu diulang setahun kemudian. Kucing yang keluar rumah atau hidup bersama banyak kucing biasanya tetap diulang sesudahnya.
6. Merawat kucing yang positif FeLV
Kucing positif FeLV tidak berarti hidupnya segera berakhir. Dengan perawatan yang baik, banyak yang hidup bertahun-tahun dengan nyaman.
- Tahan di dalam rumah untuk melindunginya dari infeksi lain dan mencegah penularan
- Pisahkan dari kucing yang negatif, termasuk mangkuk dan kotak pasirnya
- Steril, supaya tidak berkeliaran dan tidak menularkan ke anaknya
- Beri pakan bermutu dan hindari makanan mentah
- Periksakan setidaknya setiap enam bulan, termasuk tes darah dan pemeriksaan gigi
- Tanggapi cepat setiap sakit, karena infeksi ringan bisa menjadi berat
7. Pertanyaan yang sering muncul
Kucing adopsi dari penampungan, kapan perlu dites FeLV?
Sebelum digabung dengan kucing lain di rumah, bahkan sebelum masuk ke ruangan yang dipakai kucing lama. Tes cepat FeLV bisa dipakai sejak anak kucing masih kecil. Bila kucing baru saja terpapar, tesnya diulang sekitar dua bulan kemudian.
Kucing saya positif FeLV, apakah harus di-euthanasia?
Tidak. Banyak kucing positif FeLV hidup bertahun-tahun dengan kualitas hidup yang baik, dan sebagian hasil positif berubah negatif saat dites ulang. Euthanasia baru dibicarakan bila penyakitnya sudah lanjut dan kualitas hidupnya sangat menurun.
Ada kucing positif dan negatif FeLV di satu rumah, bagaimana?
Idealnya dipisah permanen, dengan ruang, mangkuk, dan kotak pasir sendiri. Bila kontak tidak terhindarkan, vaksin semua kucing yang negatif, lalu tes ulang kucing-kucing itu setiap 6 sampai 12 bulan.
Apakah FeLV menular ke manusia atau anjing?
Tidak. FeLV hanya menular antarkucing dan tidak menular ke manusia, anjing, atau peliharaan lain. Yang perlu dijaga adalah kontak dekat antara kucing positif dan kucing lain di rumah.
Bisa dites FeLV di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet datang ke rumah di Jabodetabek untuk memeriksa kucing dan mengambil sampel darahnya untuk tes. Perlu tidaknya vaksin FeLV dibicarakan sesudah hasil tesnya diketahui.
Kucing baru mau digabung? Tes dulu sebelum bertemu kucing lama
Sebutkan umur dan asal kucing, jumlah kucing di rumah, dan riwayat vaksinnya. Sertakan pin lokasi Anda.