Alergi makanan pada kucing: tanda, penyebab, dan diet eliminasi
Pembuka
Kucing yang gatal terus walau sudah diberi obat kutu, atau yang sering muntah dan diare tanpa kunjung sembuh, bisa mengalami alergi makanan.
Alergi makanan tidak bisa dipastikan lewat tes darah. Caranya adalah diet eliminasi yang ketat selama beberapa minggu, dan halaman ini menjelaskan langkahnya.
1. Apa itu alergi makanan
Alergi makanan adalah reaksi kekebalan yang keliru terhadap bagian makanan, biasanya protein tertentu. Tubuh menganggap protein itu ancaman, lalu memicu radang.
Berbeda dari alergi tungau debu atau serbuk bunga yang sering musiman, alergi makanan muncul sepanjang tahun selama makanan pemicunya masih dimakan.
2. Tandanya
Di kulit, yang paling sering:
- Gatal menahun, banyak menjilat, menggaruk, atau menggigit, terutama di kepala, leher, dan telinga
- Luka akibat garukan, sering di sekitar mulut, dagu, atau paha dalam
- Bulu rontok berbercak di kedua sisi tubuh, perut, dan paha dalam
- Bintil kecil berkerak di bawah bulu yang terasa saat diraba
- Luka khas di bibir, lidah, atau telapak kaki
- Radang telinga yang sembuh lalu kambuh
- Muntah berulang, terutama sesudah makan
- Diare menahun atau hilang timbul, kadang berlendir atau berdarah
- Lebih sering buang air besar, atau berat badan turun
Di saluran cerna:
Gatal disertai sering muntah lebih mengarah ke alergi makanan daripada penyebab lain.
3. Alergi berbeda dengan tidak cocok makanan
- Alergi melibatkan sistem kekebalan. Jumlah kecil pun bisa memicu, dan gejalanya bisa di kulit maupun saluran cerna
- Tidak cocok makanan (intoleransi) tidak melibatkan kekebalan. Gejalanya dominan muntah atau diare, dan biasanya tergantung jumlah yang dimakan
- Contoh intoleransi: kucing dewasa yang diare sesudah minum susu banyak, karena kekurangan enzim pencerna laktosa
4. Pemicu yang paling sering
- Ikan, terutama tuna dan salmon
- Daging sapi
- Susu dan olahannya
- Ayam, karena ada di hampir semua pakan kucing
- Daging domba dan telur
Alergi biasanya muncul terhadap protein yang sudah lama dimakan, bukan protein baru. Kucing yang bertahun-tahun makan pakan berbahan ayam lalu mulai gatal justru patut dicurigai alergi ayam. Biji-bijian lebih jarang menjadi pemicu pada kucing.
5. Kenapa tes darah alergi makanan tidak bisa dipegang
Sebagian laboratorium menawarkan tes alergi makanan dari sampel darah. Pedoman kulit hewan tidak menganjurkannya, karena kucing sehat bisa tampak alergi dan kucing yang alergi bisa tampak normal.
6. Diet eliminasi, langkah demi langkah
- Singkirkan penyebab lain dulu: kutu, tungau, jamur, infeksi bakteri, alergi lingkungan, dan hipertiroid pada kucing tua
- Pilih pakan eliminasi. Protein baru, misalnya bebek, kelinci, atau rusa, hanya berguna bila kucing belum pernah memakannya. Protein terhidrolisis dipecah sangat kecil sehingga tidak dikenali kekebalan, lebih bisa dipegang, dan biasanya lewat resep dokter
- Berikan hanya pakan itu selama 8 sampai 10 minggu, tanpa camilan, sisa makanan manusia, obat berperasa, atau suplemen berperasa
- Pada rumah dengan banyak kucing, pisahkan tempat makan, atau berikan pakan eliminasi ke semua kucing
- Gejala biasanya membaik dalam 4 sampai 8 minggu, sebagian baru penuh di minggu ke-10
- Bila membaik, pakan lama dicoba lagi. Gejala yang kembali dalam 1 sampai 2 minggu memastikan alergi makanan
Pakan masakan rumah untuk masa uji hanya dengan arahan dokter, karena berisiko kekurangan taurin, kalsium, dan vitamin bila dipakai lama.
7. Sesudah alergi dipastikan
- Lanjutkan pakan yang aman, atau kenali protein pemicunya satu per satu lalu hindari
- Hati-hati dengan camilan dan obat berperasa, karena banyak yang berbahan ayam atau sapi
- Protein yang mirip bisa saling memicu, misalnya ayam dan bebek
- Pantau berat badan, karena sebagian pakan khusus padat kalori
8. Kapan perlu ke dokter
- Gatal atau menjilat berlebihan lebih dari 2 sampai 3 minggu walau sudah diberi obat kutu
- Muntah lebih dari sekali seminggu selama beberapa minggu
- Diare lebih dari 2 sampai 3 minggu
- Berat badan turun, luka garukan terbuka, atau radang telinga yang terus kambuh
9. Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama diet eliminasi sampai terlihat hasilnya?
Sedikitnya 8 minggu, idealnya 10 minggu. Sebagian kucing membaik dalam 4 sampai 6 minggu, tetapi jangan berhenti di minggu keempat hanya karena hasilnya belum terlihat.
Apakah pakan bebas biji-bijian berarti hipoalergenik?
Tidak. Pakan bebas biji-bijian tetap berisi protein hewani seperti ayam, ikan, atau sapi, yang justru lebih sering menjadi pemicu alergi pada kucing. Yang menentukan adalah sumber proteinnya.
Apakah alergi makanan kucing bisa sembuh total?
Umumnya tidak, karena kekebalan yang sudah peka terhadap protein tertentu cenderung tetap bereaksi. Dengan mengenali dan menghindari pemicunya, kucing bisa hidup normal selama pakannya konsisten.
Bisakah dokter Kalyan Vet membantu dari rumah?
Bisa. Dokter kami memeriksa kulit, mengambil sampel kerokan kulit, mengobati infeksi kulit yang menyertai, lalu menyusun rencana diet eliminasi. Pemeriksaan di rumah juga memudahkan pengaturan makan pada rumah dengan banyak kucing.
Catat pakan dan camilannya, lalu ceritakan ke kami
Kirim lewat WhatsApp foto bagian kulit yang gatal, daftar pakan dan camilan sejak setahun terakhir, obat kutu yang sudah dipakai, serta pin lokasi Anda di Jabodetabek.