Obat keras hewan yang dijual bebas: tetes telinga dan antibiotik
Pembuka
Obat hewan kini mudah dibeli di toko online, mulai dari tetes telinga untuk kutu telinga, antibiotik suntik yang efeknya bertahan lama, sampai serbuk antibiotik untuk diare. Ketiganya tergolong obat keras.
Dipakai tanpa pemeriksaan, obat seperti ini sering memperparah keadaan, dan sebagian meninggalkan cacat yang menetap.
1. Tetes telinga untuk kutu telinga
Obat ini umumnya berisi pembasmi kutu telinga dan antibiotik. Telinga yang bau dan gatal tidak selalu karena kutu, karena bisa juga infeksi bakteri, jamur ragi, atau benda asing.
- Bila telinga bernanah karena gendang telinga sudah pecah, obat masuk ke telinga bagian dalam
- Akibatnya bisa tuli dan gangguan keseimbangan, seperti kepala miring dan jalan berputar
- Obat ini hanya aman bila gendang telinga dipastikan utuh dan penyebabnya memang kutu
2. Antibiotik suntik yang efeknya bertahan lama
Obat ini dipakai untuk infeksi saluran napas atau luka tertentu. Cairannya kental dan mengiritasi jaringan.
- Disuntikkan orang awam, obat ini sering menimbulkan bengkak bernanah di tempat suntikan
- Bila mengenai saraf di paha belakang, kaki bisa lumpuh
- Tidak semua infeksi disebabkan bakteri yang mempan dengan antibiotik ini
3. Serbuk antibiotik untuk diare
Obat ini sering dibeli untuk mengatasi diare, padahal diare punya banyak penyebab.
- Tidak mempan untuk diare karena virus, seperti panleukopenia pada kucing dan parvo pada anjing, yang justru paling berbahaya
- Pada peliharaan yang muntah, obat ini bisa menambah iritasi lambung
- Takaran berlebih bisa merusak ginjal dan pendengaran
4. Kapan obat seperti ini boleh dipakai
Hanya sesudah dokter memeriksa dan menetapkan penyebabnya. Dokter juga menentukan tiga hal yang paling sering terlewat saat mengobati sendiri.
- Takaran yang sesuai berat badan
- Lama pemakaian
- Obat pendamping, misalnya pelindung lambung atau obat antimuntah
5. Contoh yang sering terjadi
Kucing dengan telinga bau dan sering digaruk ditetesi obat telinga selama seminggu. Kucing itu lalu berjalan miring, matanya bergerak-gerak sendiri, dan tidak bisa berdiri tegak.
Gendang telinganya ternyata sudah pecah karena infeksi bakteri, bukan kutu. Kerusakan pada saraf keseimbangannya bisa menetap.
6. Yang aman dilakukan sambil menunggu pemeriksaan
- Sediakan air bersih dan tawarkan sedikit-sedikit
- Bila dokter menganjurkan, beri makanan lunak tanpa bumbu dalam porsi kecil
- Foto atau rekam gejalanya untuk dikirim ke dokter
- Jangan memberi obat manusia, karena obat penurun panas dan pereda nyeri manusia bisa mematikan kucing dan merusak ginjal anjing
7. Pertanyaan yang sering muncul
Obat tetes telinga kucing yang dijual bebas itu obat apa?
Umumnya berisi pembasmi kutu telinga dan antibiotik. Obat ini hanya aman bila gendang telinga masih utuh dan penyebabnya memang kutu. Pada telinga bernanah dengan gendang yang pecah, obat bisa menyebabkan tuli dan gangguan keseimbangan.
Bolehkah menyuntik antibiotik hewan sendiri?
Sangat tidak dianjurkan. Salah tempat suntik bisa melukai saraf sehingga kaki lumpuh, atau menimbulkan bengkak bernanah dan jaringan membusuk di tempat suntikan. Jenis antibiotik dan takarannya pun harus ditentukan dokter sesuai berat dan kondisinya.
Serbuk antibiotik untuk diare, amankah untuk kucing atau anjing?
Tidak untuk semua diare. Diare karena virus tidak mempan antibiotik, dan justru jenis inilah yang paling mematikan pada anak kucing dan anak anjing. Takaran berlebih juga bisa merusak ginjal dan pendengaran, jadi periksakan dulu penyebabnya.
Bisa diperiksa di rumah sebelum memakai obat?
Bisa. Dokter Kalyan Vet datang ke rumah di Jabodetabek, memeriksa, lalu memberikan obat yang diresepkan sesuai berat dan kondisinya. Perkiraan biayanya disampaikan lewat WhatsApp sebelum dokter berangkat.
Periksa dulu, baru obati
Kirim foto kemasan obat yang sudah dibeli, keluhan peliharaan Anda, jenis dan umurnya, serta pin lokasi.