Kura-kura cangkang lunak, dan kenapa jawabannya sering ada di lampu dan pakannya
Pembuka
Cangkang kura-kura tersusun dari tulang. Bila tulang itu tidak mendapat bahan dan dukungan yang dibutuhkannya, cangkang bisa melunak dan berubah bentuk, sementara tulang kaki serta rahang ikut terganggu. Keadaan ini dikenal sebagai penyakit tulang metabolik.
Satu hal perlu dipastikan lebih dulu, yaitu jenis kura-kuranya. Labi-labi memang bercangkang lunak sejak lahir. Bagian cangkangnya yang keras hanya ada di tengah, sedangkan pinggirnya berupa kulit yang liat. Cangkang labi-labi yang lentur bukan tanda sakit.
1. Tanda penyakit tulang metabolik
- Cangkang yang melunak, atau bentuknya berubah tidak wajar
- Tulang kaki yang berubah bentuk, pada satu kaki atau keempatnya
- Rahang atau tulang kaki yang membengkak
- Nafsu makan yang menurun
- Lemah, dan tidak bisa berjalan seperti biasa
- Otot yang kejang
Pada labi-labi, yang cangkangnya memang lentur, tanda yang lebih sering terlihat yaitu bagian belakang cangkang yang melengkung ke atas sehingga bentuknya menyerupai mangkuk.
2. Yang tidak bisa ditunggu
Hubungi dokter hari itu juga bila:
- Kura-kura tidak mau makan sama sekali
- Tidak bisa berjalan, atau tidak sanggup mengangkat badannya
- Ototnya kejang
- Ada bagian tubuh yang keluar dari lubang di bawah ekornya
- Kakinya tampak patah atau tertekuk tidak wajar
3. Penyebabnya
- Pakan dengan perbandingan kalsium dan fosfor yang tidak tepat
- Kekurangan vitamin D3
- Tidak mendapat sinar UVB yang cukup
- Suhu kandang yang tidak sesuai
Kenapa sinar UVB penting: banyak hewan bertulang belakang membuat vitamin D di kulitnya dengan bantuan sinar UVB, dan prosesnya dipengaruhi suhu. Tanpa UVB dan suhu yang sesuai, kebutuhan vitamin D kura-kura bisa tidak terpenuhi walau pakannya sudah benar.
Karena itu penyakit ini tidak cukup ditangani hanya dengan mengganti pakan. Lampu dan suhu kandang ikut menentukan.
4. Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Jangan menambahkan kalsium atau vitamin sendiri tanpa arahan, karena takarannya perlu disesuaikan dengan keadaannya
- Jangan menekan cangkangnya berulang kali untuk menguji kelunakannya
- Jangan menjemurnya di terik matahari tanpa tempat berteduh dan air
- Jangan mengganti pakannya secara mendadak
5. Yang perlu dilihat di kandangnya
- Apakah ada lampu UVB, dan di mana letaknya
- Apakah ada bagian kandang yang hangat dan bagian yang lebih sejuk
- Apa saja pakan hariannya, dan seberapa sering diberikan
- Untuk kura-kura air, bagaimana tempat berjemurnya
Foto kandang, lampu, dan pakannya sangat membantu. Sebagian besar jawabannya justru ada di sana, bukan di cangkangnya.
6. Yang biasanya dikerjakan dokter
- Memeriksa cangkang, kaki, dan rahang
- Menanyakan pakan, lampu, dan suhu kandang
- Menentukan apakah perlu pemeriksaan tambahan, termasuk rontgen, yang menuntut alat yang tidak selalu bisa dibawa ke rumah
7. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah cangkang yang lunak bisa keras kembali?
Penanganannya bertumpu pada membenahi pakan, sinar UVB, dan suhu, bersama perawatan dari dokter. Bagian yang sudah berubah bentuk belum tentu kembali seperti semula, sehingga ditangani lebih awal selalu lebih baik.
Kura-kura saya sering dijemur, kenapa cangkangnya tetap lunak?
Penyebabnya tidak hanya sinar. Pakan dan suhu kandang ikut menentukan, sehingga ketiganya diperiksa bersama.
Labi-labi saya cangkangnya lentur, apakah sakit?
Belum tentu. Cangkang labi-labi memang lentur. Yang perlu diperhatikan yaitu bagian belakang cangkang yang melengkung ke atas, serta nafsu makan dan geraknya.
Apakah kura-kura yang tidak mau makan berkaitan dengan cangkang lunak?
Bisa. Nafsu makan yang menurun termasuk tanda penyakit tulang metabolik, walau kura-kura yang tidak mau makan juga punya penyebab lain.
Foto cangkang, kandang, dan lampunya, lalu ceritakan pakannya
Sebutkan jenis kura-kuranya, sejak kapan cangkangnya terasa lunak, apakah ada lampu UVB, dan apakah dia masih makan serta berjalan seperti biasa.