Memelihara axolotl di Indonesia: suhu, akuarium, dan pakan
Pembuka
Axolotl banyak dicari sejak sering muncul di media sosial, terutama yang berwarna merah muda. Yang jarang disebut adalah syarat suhunya. Axolotl hidup di air dingin, dan itu membuatnya termasuk peliharaan yang paling sulit dirawat di Indonesia.
Halaman ini membantu Anda menilai kesiapan sebelum membeli. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek, dan tidak menangani axolotl. Untuk axolotl, hubungi dokter hewan yang menangani amfibi.
1. Mengenal axolotl
- Salamander air asal Meksiko yang tetap berbentuk larva sepanjang hidupnya
- Bernapas dengan tiga pasang insang luar berumbai di sisi kepala
- Hidup di air terus-menerus dan tidak bisa keluar dari air
- Panjang dewasanya sekitar 23 sampai 30 sentimeter
- Bisa hidup 10 sampai 15 tahun bila perawatannya benar
2. Suhu, tantangan terbesarnya di Indonesia
- Kisaran ideal 16 sampai 18 derajat Celsius
- Batas atas yang masih ditoleransi sekitar 20 derajat
- Di atas 22 derajat sudah berbahaya, memicu infeksi jamur dan insang menyusut
- Suhu kamar di Jakarta umumnya 28 sampai 32 derajat, dan kamar ber-AC pun masih sekitar 22 sampai 26 derajat
Artinya kamar ber-AC saja belum cukup. Pendingin air akuarium paling dapat diandalkan, dengan konsekuensi biaya alat dan listrik yang berjalan terus. Botol air beku yang digilir tidak disarankan, karena suhunya naik turun, dan fluktuasi lebih berbahaya daripada suhu hangat yang stabil.
3. Setelan akuarium
Ukuran dan dasar akuarium:
- Axolotl muda di bawah 10 sentimeter cukup 40 sampai 60 liter
- Dewasa satu ekor minimal 75 sampai 100 liter, dengan luas dasar lebih penting daripada kedalaman
- Dua ekor butuh minimal 150 liter dengan sekat pandang, karena ada risiko saling menggigit kaki
- Dasar polos paling aman, pasir sangat halus bisa diterima untuk yang dewasa
- Kerikil jangan dipakai, karena tertelan saat makan dan menyumbat usus
- Filter wajib ada, tetapi arusnya harus lembut karena axolotl tidak tahan arus kuat
- Axolotl tidak butuh lampu UVB, dan lebih nyaman dengan cahaya redup
- Sediakan satu atau dua tempat bersembunyi bertepi halus
- Pilih tanaman yang tahan cahaya rendah dan air dingin, hindari yang bertepi tajam
Filter, cahaya, dan isi akuarium:
4. Mutu air
Akuarium harus dimatangkan lebih dulu, sekitar 4 sampai 6 minggu, supaya bakteri penguraiannya terbentuk sebelum axolotl dimasukkan.
- Amonia dan nitrit harus nol, karena keduanya beracun
- Nitrat dijaga di bawah 20 ppm
- Keasaman air sekitar 7,4 sampai 7,6
- Air keran harus dihilangkan kaporitnya sebelum dipakai
- Ganti 20 sampai 30 persen air setiap minggu, dengan suhu yang sudah disamakan
- Bilas media filter dengan air akuarium lama, jangan air keran
5. Pakan
Pakan utamanya cacing tanah, ditambah pelet tenggelam khusus axolotl, dan sesekali cacing atau udang beku.
Yang sebaiknya dihindari:
- Jantung sapi, karena terlalu berlemak dan tidak sesuai untuk amfibi
- Ikan umpan hidup, karena berisiko membawa parasit
- Ulat hongkong, karena kulitnya keras dan sulit dicerna
- Serangga yang ditangkap sendiri, karena bisa terkena pestisida
Axolotl muda diberi makan setiap hari dalam porsi kecil, yang sedang tumbuh setiap 2 sampai 3 hari, dan yang dewasa setiap 2 sampai 4 hari. Angkat sisa makanan sesudah 10 sampai 15 menit supaya tidak membusuk.
6. Jangan dipegang
Kulit axolotl sangat tipis dan lapisan lendirnya penting bagi kesehatan kulit. Suhu tangan manusia juga jauh lebih panas daripada air yang nyaman baginya. Jangan mengeluarkannya dari air kecuali benar-benar perlu, dan bila harus dipindahkan, gunakan jaring halus atau wadah plastik.
7. Tanda sakit yang sering muncul
- Infeksi jamur, berupa gumpalan putih atau keabuan seperti kapas di kulit atau insang. Pemicunya suhu air yang tinggi, stres, dan mutu air yang buruk
- Insang menyusut, rumbainya mengecil dan warnanya memudar, biasanya karena suhu tinggi yang berkepanjangan
- Sumbatan usus, ditandai tidak mau makan, perut membesar, lemas, dan tidak buang kotoran, sering karena menelan kerikil
- Stres panas, ditandai lemas, insang melengkung ke arah wajah, dan menolak makan
- Keracunan amonia, ditandai kulit dan insang memerah, serta megap-megap di permukaan
Pada hampir semua keadaan itu, langkah pertamanya menurunkan suhu air secara bertahap dan memperbaiki mutu airnya, lalu memeriksakannya ke dokter hewan amfibi.
8. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah realistis memelihara axolotl di Jakarta?
Bisa, tetapi berat. Pendingin air akuarium hampir wajib, dan biaya listriknya berjalan terus. Di dataran tinggi seperti Bandung atau Lembang suhunya lebih mendukung. Tanpa pengaturan suhu yang benar, axolotl jarang bertahan lama.
Apakah axolotl bisa dipelihara bersama ikan?
Tidak disarankan. Ikan kecil bisa dimakan, ikan besar bisa menggigit insangnya, dan suhunya tidak cocok karena kebanyakan ikan hias tropis butuh air jauh lebih hangat. Axolotl paling aman dipelihara sendiri.
Kenapa insang axolotl saya mengecil?
Paling sering karena suhu air yang terlalu tinggi dalam waktu lama, mutu air yang buruk, atau stres. Turunkan suhu secara bertahap, perbaiki mutu airnya, lalu periksakan ke dokter hewan yang menangani amfibi.
Apakah Kalyan Vet bisa memeriksa axolotl?
Tidak. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek. Untuk axolotl, hubungi dokter hewan yang memang menangani amfibi.
Kura-kura Anda butuh diperiksa? Kami bisa datang
Ceritakan keluhannya lewat WhatsApp, sebutkan jenis dan usia kura-kura, setelan kandang atau akuariumnya, lalu kirim pin lokasi Anda di Jabodetabek.