Memelihara iguana hijau: kandang, suhu, lampu UVB, dan pakan
Pembuka
Iguana hijau sering dibeli saat masih seukuran telapak tangan, tanpa gambaran bahwa panjangnya bisa mencapai dua meter. Kebutuhan kandang, suhu, cahaya, dan pakannya juga khas, dan kesalahan pada salah satunya berakhir pada penyakit tulang.
Halaman ini merangkum yang perlu disiapkan sebelum memelihara. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek, dan tidak menangani iguana. Untuk iguana, hubungi dokter hewan yang menangani reptil.
1. Yang sering disalahpahami
- Iguana hidup di pohon, jadi kandangnya harus tinggi dan berisi banyak dahan, bukan kotak datar
- Iguana dewasa pemakan tumbuhan murni. Protein hewani merusak ginjalnya, dan anjuran memberi daging supaya cepat besar adalah kekeliruan yang berbahaya
- Panjang dewasanya 1,5 sampai 2 meter, sebagian besar berupa ekor, dan umurnya 15 sampai 20 tahun
- Iguana hidup menyendiri, tidak suka sering dipegang, dan yang jantan bisa galak saat dewasa walau jinak sewaktu kecil
Iguana hijau tercatat dalam CITES Apendiks II, jadi asal-usulnya harus jelas. Pilih hasil penangkaran berdokumen sah, periksa aturan daerah sebelum membeli, dan jangan pernah melepasnya ke alam liar.
2. Kandang yang sesuai
Bentuknya tinggi, bukan melebar. Ukuran minimalnya 90 kali 45 kali 90 sentimeter untuk iguana kecil, 150 kali 75 kali 150 sentimeter untuk yang sedang tumbuh, dan 200 kali 100 kali 200 sentimeter untuk yang dewasa.
- Kayu berlapis pelindung tidak beracun, PVC, atau rangka logam berpanel kawat halus. Kaca kurang cocok karena menahan uap dan panas
- Ventilasi baik di bagian atas, tetapi tidak berangin dari samping
- Banyak dahan dengan ketebalan berbeda, yang terbesar sebesar badan iguana
- Tempat berjemur di dekat lampu, tempat bersembunyi di bagian bawah
- Mangkuk air besar untuk minum dan berendam, diganti tiap hari
- Alas berupa karpet reptil atau tisu dapur, bukan pasir halus, kerikil, atau serbuk kayu cedar dan pinus
3. Suhu, kelembapan, dan lampu UVB
Suhu di kandang harus bertingkat, dan diukur termometer di dua titik, jangan ditebak.
- Titik berjemur siang hari 32 sampai 35 derajat Celsius
- Suhu umum siang 27 sampai 30 derajat, area teduh 24 sampai 26 derajat
- Malam hari 22 sampai 25 derajat, jangan di bawah 22 derajat
- Kelembapan 60 sampai 70 persen, karena iguana berasal dari hutan tropis
- Semprot kandang satu sampai dua kali sehari, dan pasang pengukur kelembapan
- Pakai lampu UVB khusus reptil berkeluaran tinggi, dengan reflektor untuk kandang besar
- Nyalakan 10 sampai 12 jam sehari dengan pengatur waktu
- Jarak lampu ke tempat berjemur 25 sampai 40 sentimeter, karena terlalu jauh membuatnya tidak berguna
- Ganti lampunya setiap 6 sampai 12 bulan walau masih menyala, karena keluarannya turun lebih dulu
- Jangan ada kaca atau plastik di antara lampu dan iguana, karena keduanya menahan UVB
Lampu UVB tidak bisa ditawar, karena tanpa UVB iguana tidak bisa mengolah kalsium.
Berjemur di sinar matahari langsung satu sampai dua jam sehari jauh lebih baik daripada lampu apa pun, tetapi iguana jangan ditinggal sendirian di luar.
4. Pakan, tumbuhan sepenuhnya
Susunannya sekitar 80 persen sayuran hijau gelap, sekitar 15 persen sayuran lain yang rendah pati, paling banyak 5 persen buah sebagai selingan, dan tanpa protein hewani sama sekali. Sayuran hijau yang cocok antara lain sawi hijau, sawi pedas, daun dandelion, daun kembang sepatu, daun ubi jalar, dan daun murbei, sedangkan sayuran lainnya bisa berupa labu matang, paprika, buncis muda, dan labu siam.
Yang harus dihindari:
- Semua protein hewani, termasuk daging, ikan, telur, jangkrik, ulat, serta makanan anjing dan kucing
- Bayam berlebihan, karena oksalatnya menghalangi penyerapan kalsium
- Alpukat, bawang, dan daun rhubarb, karena beracun
- Selada iceberg, karena hampir tanpa gizi
- Susu dan olahannya, roti, nasi, dan biskuit
Iguana kecil diberi makan dua kali sehari, yang sedang tumbuh satu sampai dua kali, dan yang dewasa sekali sehari. Suplemen kalsium umumnya masih diperlukan, terutama pada yang muda dan yang dipelihara di dalam ruangan, tetapi aturannya ditentukan dokter hewan reptil.
5. Masalah kesehatan yang paling sering
- Penyakit tulang metabolik (MBD), penyebab kematian nomor satu. Tandanya rahang bawah melunak, kaki lemas dan terseret, gemetar, sampai lumpuh. Pemicunya UVB yang tidak memadai, pakan rendah kalsium, dan lampu yang sudah habis masa pakainya
- Penyakit ginjal, akibat pakan berprotein hewani jangka panjang dan kekurangan cairan menahun. Tandanya samar, berupa lemas, berat badan turun, dan lebih banyak minum
- Telur tersangkut pada betina dewasa, yang bisa bertelur walau tidak pernah kawin. Tandanya mogok makan berminggu-minggu dan perut membesar
- Cacing dan tungau, hampir selalu ada pada iguana tangkapan liar
- Abses kulit dan radang mulut, akibat luka kecil atau kandang bertepi tajam
Iguana yang rahangnya lembek, kejang, atau lumpuh perlu segera dibawa ke dokter hewan reptil. Pemeriksaan lanjutannya menuntut rontgen dan pemeriksaan darah, dan untuk itu iguana dirujuk ke fasilitas yang tepat.
6. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah iguana boleh diberi daging atau jangkrik?
Tidak. Iguana hijau pemakan tumbuhan, dan protein hewani merusak ginjalnya dalam jangka panjang. Anjuran memberi daging supaya cepat besar adalah kekeliruan yang sering beredar.
Apakah lampu UVB benar-benar wajib?
Ya. Tanpa UVB, iguana tidak bisa mengolah kalsium, dan penyakit tulang metabolik bisa muncul dalam hitungan bulan. Ganti lampunya tiap 6 sampai 12 bulan walau masih menyala.
Apakah Kalyan Vet bisa memeriksa iguana di rumah?
Tidak. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek. Untuk iguana, hubungi dokter hewan yang memang menangani reptil selain kura-kura.
Kura-kura Anda perlu diperiksa? Kami bisa datang
Ceritakan keluhannya lewat WhatsApp, sebutkan jenis dan usia kura-kura, setelan kandang dan lampunya, lalu kirim pin lokasi Anda di Jabodetabek.