Merawat reptil untuk pemula: suhu, UVB, pakan, dan tanda sakit
Pembuka
Reptil sering dijual sebagai peliharaan yang gampang, tidak perlu diajak jalan, tidak berisik, dan jarang makan. Kenyataannya sebaliknya. Sebagian besar reptil yang sakit dan mati di Indonesia bukan karena tertular, melainkan karena setelan kandangnya keliru.
Reptil tidak mengeluh saat setelannya salah, kondisinya hanya menurun pelan-pelan sampai akhirnya kolaps. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek. Untuk reptil selain kura-kura, hubungi dokter hewan yang menangani reptil.
1. Suhu menentukan segalanya
Reptil tidak menghasilkan panas tubuh sendiri dan bergantung sepenuhnya pada suhu lingkungan. Pencernaannya berhenti saat suhunya kurang, daya tahan tubuhnya melemah, dan nafsu makannya ikut hilang.
Pemula paling sering memanaskan seluruh kandang ke satu suhu. Yang benar, kandang punya sisi panas dan sisi sejuk supaya reptil bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri.
- Titik berjemur, area paling panas dengan lampu pemanas dari atas. Angkanya berbeda per jenis
- Sisi sejuk di ujung lain kandang, tempat reptil mendinginkan diri
- Banyak jenis butuh suhu yang turun pada malam hari
Ukur dengan termometer di dua titik, jangan ditebak. Pakai pengatur suhu, karena pemanas tanpa pengatur bisa membakar reptil. Jangan memakai batu pemanas, karena itu penyebab umum luka bakar di perutnya.
2. UVB, sering dilewatkan
Banyak reptil yang aktif siang, termasuk bearded dragon, iguana, dan kura-kura darat, butuh sinar UVB untuk membentuk vitamin D3 yang dipakai menyerap kalsium. Tanpa UVB yang cukup, reptil tidak bisa mengolah kalsium walau pakannya kaya kalsium, dan itu menimbulkan penyakit tulang metabolik (MBD), penyebab kematian reptil peliharaan yang paling umum sekaligus paling bisa dicegah.
- Pakai lampu UVB khusus reptil dengan keluaran yang sesuai jenis dan tinggi kandang
- Ganti lampunya sesuai anjuran pembuatnya, umumnya 6 sampai 12 bulan, karena keluarannya turun jauh sebelum lampunya mati
- Jangan menghalangi UVB dengan kaca atau plastik, karena keduanya menahannya
- Sebagian jenis yang aktif malam kebutuhannya berbeda, jadi periksa kebutuhan jenis Anda
3. Kelembapan dan minum
Jenis gurun butuh kelembapan rendah, sedangkan jenis hutan tropis butuh kelembapan tinggi.
- Terlalu kering untuk jenis tropis membuat reptil kekurangan cairan dan kulitnya sulit terkelupas saat ganti kulit
- Terlalu lembap untuk jenis gurun memicu infeksi kulit dan gangguan napas
- Sisa kulit yang tidak lepas di jari dan ujung ekor bisa membelit dan memutus aliran darah sampai bagian itu mati
Sediakan air bersih sesuai kebutuhan jenisnya, dan pasang pengukur kelembapan untuk jenis yang peka.
4. Kandang sesuai tipe reptil
- Yang hidup di tanah seperti bearded dragon dan kura-kura darat butuh lantai luas, titik berjemur, dan tempat bersembunyi di kedua sisi
- Yang hidup di pohon seperti tokek pohon dan iguana butuh ruang tinggi dengan dahan untuk memanjat
- Yang hidup di air seperti kura-kura air butuh air cukup dalam untuk berenang, area darat kering untuk berjemur, dan penyaringan air yang baik
Air kotor adalah penyebab umum infeksi mata dan cangkang pada kura-kura air. Alas kandang harus aman, hindari yang bisa tertelan lalu menyumbat usus, terutama pasir halus untuk reptil muda.
5. Pakan sesuai jenisnya
- Pemakan tumbuhan seperti iguana hijau dan kura-kura darat, diberi sayuran hijau berserat tinggi dan rendah oksalat. Hindari protein hewani karena merusak ginjalnya
- Pemakan serangga dan pemakan campuran seperti bearded dragon dan leopard gecko, diberi serangga yang sudah diberi makan sayuran bergizi lebih dulu
- Pemakan daging seperti ular, diberi mangsa utuh berukuran sesuai, umumnya tikus beku yang dicairkan. Jangan memberi mangsa hidup yang bisa melukai ular
Untuk pemakan serangga dan banyak pemakan tumbuhan, pakannya sering perlu ditaburi kalsium. UVB, pakan yang tepat, dan suplemen kalsium adalah tiga penopang pencegahan penyakit tulang metabolik. Aturan suplemennya ditentukan dokter hewan reptil.
6. Tanda reptil sakit
- Tidak mau makan berkepanjangan. Periksa dulu suhu kandangnya, karena itu penyebab paling umum
- Lemas tidak normal walau suhunya sudah benar
- Tanda penyakit tulang metabolik, berupa rahang lunak atau bengkak, kaki bengkok, sulit mengangkat tubuh, gemetar, dan tulang patah dari aktivitas biasa
- Tanda infeksi napas, berupa napas berbunyi, lendir di hidung atau mulut, mulut menganga berulang, dan gelembung air liur
- Radang mulut, berupa kemerahan, bengkak, atau bahan menyerupai keju di sekitar mulut
- Sisa kulit yang membelit jari atau ekor
- Kekurangan cairan, ditandai mata cekung dan kulit yang kehilangan kekenyalan
- Jaringan keluar dari kloaka, dan ini keadaan gawat
- Pada kura-kura, cangkang lunak atau berluka, mata bengkak tertutup, dan hidung berair
Sebagian reptil mengalami brumasi, masa mirip hibernasi dengan aktivitas dan makan yang menurun. Ini bisa normal, tetapi pemula sulit membedakannya dari sakit.
7. Pertanyaan yang sering muncul
Reptil apa yang cocok untuk pemula?
Leopard gecko dan bearded dragon paling sering dianjurkan karena kebutuhannya lebih terdokumentasi, walau keduanya tetap butuh suhu dan UVB yang benar. Iguana hijau dan ular besar kurang cocok karena kebutuhannya rumit.
Reptil saya tidak mau makan, apakah pasti sakit?
Belum tentu. Penyebab yang paling umum adalah suhu kandang yang kurang, karena tanpa suhu yang benar pencernaannya berhenti. Periksa dulu suhu titik berjemur dan sisi sejuk. Bila suhunya sudah benar dan tetap menolak makan, perlu diperiksa dokter.
Kenapa pemeriksaan reptil sebaiknya di rumah?
Karena akar masalahnya sering ada pada kandang, suhu, UVB, dan kelembapannya, dan itu paling jelas dinilai di tempat. Perjalanan juga berisiko bagi reptil yang lemah, karena suhu di kendaraan naik turun.
Apakah Kalyan Vet melayani reptil?
Untuk kura-kura, ya. Dokter Kalyan Vet datang ke rumah Anda di Jabodetabek dan sekaligus melihat setelan kandangnya. Untuk reptil selain kura-kura, hubungi dokter hewan yang memang menangani reptil.
Kura-kura Anda perlu diperiksa? Kami datang ke rumah
Ceritakan keluhannya lewat WhatsApp, sebutkan jenis dan usia kura-kura, kirim foto kandang dan lampunya, lalu kirim pin lokasi Anda di Jabodetabek.