Kucing pincang, demam, dan benjolan bernanah bau: waspadai abses
Pembuka
Kucing, terutama jantan yang sering keluar rumah, pulang dengan sedikit pincang. Besoknya dia meringkuk, demam, dan menolak makan.
Beberapa hari kemudian muncul benjolan tanpa bulu yang tiba-tiba pecah, meninggalkan lubang berisi cairan kental merah kekuningan yang berbau busuk. Itu abses, kantong nanah di bawah kulit.
1. Kenapa luka kecil bisa bernanah di dalam
Sebagian besar abses berasal dari gigitan saat berkelahi. Mulut kucing penuh bakteri, dan gigi taringnya menembus kulit seperti jarum suntik.
Lubang di permukaan kulit menutup dalam waktu kurang dari sehari. Bakteri terperangkap di dalam, berkembang biak tanpa udara, lalu membentuk nanah yang merusak jaringan di bawahnya.
2. Tiga fase abses
- Hari satu sampai dua: bagian yang tergigit keras, panas, dan sangat nyeri. Kucing demam tinggi dan pincang
- Hari tiga sampai lima: jaringan mencair menjadi nanah, benjolan melunak, bulunya mulai rontok
- Hari keenam dan seterusnya: nanah menembus kulit, benjolan pecah dan berbau busuk, lalu mudah terinfeksi lagi
Catat tanggal kucing berkelahi. Jeda beberapa hari itu sering menjelaskan bengkak yang muncul kemudian.
3. Kapan harus segera diperiksa
Kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan bila:
- Kucing demam, lemas, atau tidak mau makan sesudah berkelahi
- Ada bengkak yang panas dan membesar cepat, atau kucing menjerit saat disentuh
- Benjolan sudah pecah dan mengeluarkan nanah berbau
- Kucing tidak mau menapak sama sekali
Segera ke klinik hewan terdekat bila luka gigitan ada di dada atau perut, bila penggigitnya anjing, atau bila kedua kaki belakang mendadak lemah dan dingin disertai teriakan kesakitan.
4. Yang tidak boleh dilakukan
- Meneteskan cairan antiseptik di permukaan saja. Cairan itu tidak sampai ke kantong nanah di dalam
- Memencet benjolan seperti jerawat. Nanah bisa pecah ke arah dalam dan menyebar ke darah
- Menaburkan bubuk kopi atau kunyit. Lukanya tersumbat dan jaringan justru membusuk
- Menutup luka rapat dengan plester, karena nanah butuh jalan keluar
- Memberi sisa obat dari kucing lain
5. Penanganannya
- Membuka jalan keluar nanah dan membersihkan rongga luka sampai ke bagian terdalam
- Membilas luka dengan cairan antiseptik yang sesuai
- Obat yang diresepkan dokter sesuai berat dan kondisinya untuk membasmi infeksinya
- Kontrol luka sampai rongganya menutup dari dalam
Abses tidak sembuh sendiri. Tanpa jalan keluar dan pengobatan, infeksinya bisa menggerogoti otot sampai tulang.
6. Mencegah abses berulang
- Batasi kucing keluar rumah, terutama malam hari
- Steril kucing jantan, karena mengurangi perkelahian wilayah
- Raba badan kucing tiap hari selama sepekan sesudah berkelahi, terutama pangkal ekor, bahu, wajah, dan kaki
7. Pertanyaan yang sering muncul
Apa penyebab utama abses pada kucing?
Sebagian besar karena luka gigitan atau cakaran saat berkelahi dengan kucing lain. Bakteri dari mulut atau kuku masuk ke bawah kulit, lalu berkembang biak tanpa udara dan membentuk nanah.
Bolehkah memencet benjolan abses sendiri di rumah?
Sangat tidak disarankan. Memencet paksa bisa membuat kantong nanah pecah ke arah dalam tubuh dan menyebarkan bakteri ke aliran darah, keadaan yang bisa mematikan.
Apakah abses kucing bisa sembuh sendiri?
Tidak. Abses memerlukan jalan keluar untuk nanahnya dan obat untuk infeksinya. Bila dibiarkan, infeksi bisa merusak otot sampai tulang, walau benjolannya sempat terlihat mengempis.
Kenapa pemeriksaan di rumah cocok untuk abses?
Guncangan di perjalanan bisa membuat abses pecah dan membuat kucing stres atau galak. Kalyan Vet melayani Jabodetabek untuk perawatan luka dan pengobatan infeksi di rumah. Bila perlu pembiusan atau operasi, kami bantu merujuk.
Foto benjolannya, lalu ceritakan kapan kucing berkelahi
Kirim lewat WhatsApp foto bengkak atau lukanya, tanggal perkelahian bila tahu, apakah kucing masih makan, serta usia dan pin lokasi Anda.