Pyometra pada anjing dan kucing betina: tanda gawat dan sterilnya
Pembuka
Anjing betina berumur delapan tahun yang belum pernah disteril, sekitar lima minggu setelah birahi, mulai lesu, banyak minum dan banyak pipis, lalu muntah. Ada cairan kekuningan berbau keluar dari kelaminnya.
Gambaran itu sangat khas pyometra, yaitu rahim yang berisi nanah. Tanpa tindakan cepat, keadaan ini bisa berlanjut ke infeksi seluruh tubuh dan kematian dalam hitungan hari.
1. Apa itu pyometra
Lapisan dalam rahim berubah secara bertahap akibat siklus birahi yang berulang tahun demi tahun. Dindingnya menebal, muncul kista, dan cairan kelenjarnya menumpuk.
Setelah birahi, leher rahim masih sedikit terbuka dan kadar progesteron tinggi menekan pertahanan lokal. Bakteri dari vagina naik ke rahim dan berkembang biak di lingkungan yang sudah berubah itu.
Hasilnya rahim yang seharusnya kosong kini penuh nanah, bahkan sampai beberapa liter pada anjing besar. Racun bakterinya menyebar dan membebani ginjal, sumsum tulang, dan peredaran darah.
2. Siapa yang berisiko
Pyometra hampir hanya terjadi pada betina yang belum pernah disteril, karena yang sudah disteril tidak lagi punya rahim.
- Umur tua. Risikonya naik tajam setelah enam tahun, dan memuncak sekitar umur delapan sampai sepuluh tahun.
- Belum pernah hamil sedikit menaikkan risiko, tetapi menghamilkan bukan pencegahan dan tidak dianjurkan.
- Riwayat kehamilan palsu yang berulang.
- Pernah diberi suntik KB hormonal. Ini menaikkan risiko dengan jelas, dan menjadi alasan kuat KB hormonal tidak dianjurkan sebagai cara pencegahan kehamilan rutin.
Pada kucing pyometra lebih jarang, karena ovulasinya hanya terpicu oleh perkawinan, tetapi tetap bisa terjadi.
3. Dua tipe, dan yang kedua lebih berbahaya
Leher rahim terbuka:
- Nanah bisa keluar lewat vagina, jadi tandanya terlihat
- Cairannya kekuningan, kehijauan, sampai kecoklatan, dan berbau busuk
- Tekanan di dalam rahim lebih rendah, jadi perburukannya sedikit lebih lambat
- Pemilik biasanya membawa lebih cepat karena melihat cairannya
- Nanah terkurung di dalam, dan tidak ada cairan yang keluar sama sekali
- Rahim terus mengembang, dan pada kasus ekstrem bisa robek lalu menyebarkan nanah ke dalam perut
- Racunnya menumpuk lebih cepat, jadi pasien sering tiba dalam keadaan sudah berat
Leher rahim tertutup:
Tidak melihat cairan keluar bukan berarti tidak ada pyometra. Tipe tertutup sering hanya tampak sebagai lesu, tidak mau makan, dan banyak minum, lalu dianggap wajar karena umurnya sudah tua. Di situlah jebakannya.
4. Tanda yang sering disalahartikan
Pyometra umumnya muncul 4 sampai 8 minggu setelah birahi, kadang sampai 12 minggu.
- Lesu dan malas, sering menjadi tanda pertama yang dianggap tanda menua
- Nafsu makan turun sampai menolak sama sekali
- Banyak minum dan banyak pipis, dan ini sangat khas karena racun bakterinya mengganggu kerja ginjal
- Muntah, bisa sesekali bisa sering
- Demam, atau justru suhu tubuh menurun pada tahap lanjut
- Berat badan turun dalam beberapa minggu
- Cairan bernanah dari vulva, sering disertai kebiasaan menjilati daerah itu berulang
5. Ini keadaan gawat
Betina yang belum disteril dengan gabungan tanda di atas perlu diperiksa hari itu juga. Kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan.
Bila sudah lemas berat, muntah berulang, atau perutnya membesar dan nyeri, segera ke klinik hewan terdekat. Pyometra bukan keadaan yang bisa ditunggu semalam.
6. Pemeriksaan dan penanganannya
Yang memastikan adalah USG perut, yang memperlihatkan rahim berisi cairan. Alatnya tidak bisa dibawa ke rumah, jadi pemeriksaannya dilakukan di klinik, dan bila perlu kami bantu merujuk. Pemeriksaan darah menyertainya untuk menilai infeksi dan keadaan ginjal.
Penanganan utamanya adalah operasi mengangkat rahim dan ovarium, sekaligus membuang sumber infeksinya. Sebelum dan sesudah operasi, pasien mendapat infus dan obat yang diresepkan dokter sesuai berat dan kondisinya.
Antibiotik minum saja tanpa operasi hampir selalu tidak cukup, karena nanahnya tetap terkurung di dalam rahim. Menunggu dengan harapan sembuh sendiri adalah pilihan yang paling berbahaya.
7. Kenapa steril pencegahan begitu penting
Steril sebelum tua menghapus kemungkinan pyometra sepenuhnya, dan itu salah satu tindakan pencegahan yang paling menyelamatkan nyawa pada betina.
Manfaat lainnya ikut terbawa, yaitu menurunkan risiko benjolan kelenjar susu dan menghentikan kehamilan palsu yang berulang. Operasi terencana pada hewan sehat jauh lebih aman daripada operasi darurat pada hewan yang sudah keracunan infeksi.
8. Pertanyaan yang sering muncul
Kucing saya tidak keluar cairan apa pun, apakah aman?
Belum tentu. Tipe leher rahim tertutup justru tidak mengeluarkan cairan, dan itu yang lebih berbahaya. Bila betina yang belum disteril lesu dan banyak minum setelah birahi, periksakan walaupun tidak ada cairan.
Bisakah pyometra sembuh dengan antibiotik saja?
Hampir selalu tidak. Nanahnya terkurung di dalam rahim, jadi obat saja tidak menjangkaunya. Operasi pengangkatan rahim adalah penanganan utamanya, dan penundaan menurunkan peluang selamat.
Apakah pemeriksaannya bisa dilakukan di rumah?
Pemeriksaan fisik dan pengambilan sampel darah bisa. USG dan operasinya tidak, jadi dokter Kalyan Vet akan mengarahkan Anda ke klinik dan bila perlu membantu merujuk. Steril terencananya sendiri kami layani lewat antar jemput di Jabodetabek.
Umur berapa sebaiknya steril untuk mencegahnya?
Tidak ada satu jawaban untuk semua, karena jenis, ras, dan ukuran tubuh ikut menentukan. Yang jelas, semakin banyak siklus birahi yang dilalui, semakin tinggi risikonya, jadi diskusikan waktunya dengan dokter sejak dini.
Betina belum disteril dan lesu setelah birahi, jangan ditunda
Kirim lewat WhatsApp tanggal birahi terakhirnya, umur dan jenisnya, apakah ada cairan dari vulva, seberapa banyak minumnya berubah, dan pin lokasi Anda. Tulis EMERGENCY di awal pesan bila sudah lemas berat.