Rabies pada anjing dan kucing: aturan di Indonesia dan pencegahannya
Pembuka
Rabies termasuk penyakit yang paling ditakuti, dan ketakutan itu beralasan. Begitu gejalanya muncul, rabies hampir selalu berakhir fatal, baik pada hewan maupun manusia.
Di balik itu ada sisi yang melegakan: rabies termasuk penyakit yang paling bisa dicegah. Halaman ini menjelaskan cara penularannya, aturan di Indonesia, pencegahannya, dan langkah saat terjadi gigitan.
1. Kenapa rabies begitu serius
Virusnya menyerang sistem saraf. Setelah gejala berkembang, belum ada pengobatan yang bisa diandalkan, dan itulah alasan seluruh perhatian diarahkan pada pencegahan.
Meski begitu, perlindungannya sudah tersedia dan terbukti. Vaksinasi hewan ditambah penanganan yang tepat setelah gigitan menutup hampir seluruh celah penularannya.
2. Cara penularannya
Virus rabies ada di air liur hewan yang terinfeksi.
- Gigitan hewan terinfeksi, dan ini jalur utamanya
- Cakaran atau jilatan pada luka terbuka atau selaput lendir, meski lebih jarang
Di Indonesia, anjing berperan besar dalam penularan ke manusia. Kucing juga bisa tertular dan menularkan, jadi vaksin rabies bukan hanya urusan pemilik anjing, terutama bila kucingnya punya akses keluar rumah.
3. Tanda rabies pada hewan
Gejalanya beragam dan tidak selalu sama. Yang perlu diwaspadai, terutama pada hewan yang riwayat vaksinnya tidak jelas:
- Perubahan perilaku mendadak, misalnya yang jinak menjadi galak, atau yang aktif menjadi sangat menyendiri
- Air liur berlebihan dan kesulitan menelan
- Takut air atau takut cahaya
- Kelumpuhan yang berkembang, jalan sempoyongan, atau kejang
- Suaranya berubah
Bila melihat hewan, terutama yang liar atau tidak dikenal, menunjukkan tanda ini, jangan didekati dan jangan ditangani sendiri. Laporkan ke dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat.
4. Aturan rabies di Indonesia
Sebagian wilayah Indonesia masih tergolong tertular rabies, sementara sebagian lain berstatus bebas. Jawa Barat dan Banten, yang mencakup Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang, masih berstatus daerah tertular. DKI Jakarta berstatus bebas, dan status itu dipertahankan lewat vaksinasi.
- Vaksinasi rabies pada anjing dan kucing sangat dianjurkan, dan di banyak daerah diwajibkan. Ketentuan rincinya berbeda antardaerah dan mengikuti kebijakan pemerintah daerah masing-masing.
- Bukti vaksinasi rabies sering menjadi syarat memindahkan hewan antarwilayah, dan hampir selalu diperlukan untuk perjalanan ke luar negeri.
- Kasus gigitan perlu dilaporkan. Di daerah tertular, gigitan hewan biasanya masuk prosedur kesehatan yang wajib ditindaklanjuti.
Karena aturannya berbeda menurut wilayah, pastikan lebih dulu peliharaan Anda sudah divaksin rabies. Ketentuan setempat bisa ditanyakan kepada dokter hewan atau dinas terkait.
5. Pencegahannya
Vaksinasi adalah tulang punggung pencegahan rabies, dan perlindungannya berjalan dua arah sekaligus, melindungi peliharaan Anda sekaligus melindungi keluarga di rumah.
- Ikuti jadwal vaksin rabies untuk anjing dan kucing, termasuk ulangannya sesuai anjuran dokter
- Cakupan yang luas menekan penyebarannya. Lembaga kesehatan dunia menyebut sasaran vaksinasi anjing di satu wilayah sekitar 70 persen untuk memutus rantai penularannya
- Batasi kontak bebas peliharaan dengan hewan liar atau hewan yang status kesehatannya tidak diketahui
- Steril membantu mengurangi dorongan berkeliaran dan berkelahi, yang menurunkan risiko paparan
Vaksin rabies bisa diberikan langsung di rumah, jadi peliharaan Anda tidak perlu stress karena perjalanan.
6. Langkah bila terjadi gigitan
Gigitan dari hewan yang status rabiesnya tidak diketahui harus ditangani serius dan cepat.
- Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama beberapa menit. Langkah sederhana ini sangat menurunkan jumlah virus di luka.
- Untuk manusia yang digigit, segera ke unit gawat darurat rumah sakit. Penanganan setelah gigitan paling ampuh bila dilakukan sedini mungkin, jadi jangan menunggu gejala muncul.
- Catat keterangan hewan penggigit bila memungkinkan, yaitu milik siapa, sudah divaksin atau belum, dan di mana hewannya sekarang.
- Jangan menangani sendiri hewan yang dicurigai rabies. Laporkan ke dokter hewan atau petugas kesehatan hewan setempat.
Bila justru peliharaan Anda yang digigit hewan tidak dikenal, kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan. Dokter menilai lukanya dan menentukan tindakan lanjutannya.
7. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah kucing dalam rumah tetap perlu vaksin rabies?
Perlu, terutama di daerah yang masih tertular. Kucing yang sesekali keluar, kabur, atau bertemu hewan lain di halaman tetap bisa terpapar, dan vaksinnya juga melindungi orang serumah.
Berapa kali vaksin rabies diberikan?
Pemberian pertamanya umumnya pada umur sekitar 16 minggu, lalu diulang sesuai anjuran dokter dan jenis vaksin yang dipakai. Dokter menyesuaikannya dengan umur, riwayat, dan wilayah tempat Anda tinggal.
Bisakah vaksin rabies diberikan di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet memeriksa lalu memberi vaksin rabies di rumah Anda di Jabodetabek, jadi peliharaan tidak perlu naik kendaraan. Jadwal dan perkiraan biayanya disampaikan lewat WhatsApp sebelum dokter berangkat.
Anjing saya sudah divaksin, apakah gigitannya tetap harus dilaporkan?
Tetap. Di daerah tertular, gigitan masuk prosedur kesehatan yang perlu ditindaklanjuti, dan orang yang digigit tetap harus diperiksa tenaga medis. Kartu vaksin anjing Anda akan sangat membantu penilaian risikonya.
Pastikan status vaksin rabies peliharaan Anda hari ini
Kirim lewat WhatsApp jenis, umur, dan tanggal vaksin rabies terakhir peliharaan Anda, ditambah pin lokasi. Foto kartu vaksin lama sangat membantu menyusun jadwalnya.