Vaksin anak kucing dan anak anjing adopsi dari penampungan
Pembuka
"Saya baru mengadopsi anak kucing dari penampungan. Katanya sudah divaksin, tetapi tidak ada buku vaksinnya. Perlu diulang dari awal?"
Jawabannya hampir selalu sama. Bila tidak ada catatan yang bisa dipercaya, perlakukan sebagai belum pernah divaksin. Risiko mengulang vaksin sangat kecil, sedangkan risiko menganggap sudah divaksin padahal belum bisa berakhir fatal.
1. Kenapa catatan lisan tidak cukup
Penampungan dan kelompok penyelamat hewan sering berjalan dengan dana terbatas, jumlah hewan banyak, dan tenaga yang tidak semuanya terlatih medis. Beberapa keadaan yang umum:
- Vaksin disuntik sendiri tanpa dokumen. Vaksinnya mungkin memang ada, tetapi suhu penyimpanannya tidak terjamin sehingga vaksinnya bisa sudah rusak, dan tidak ada cara memastikannya.
- Buku vaksin tidak lengkap. Hanya satu kali tercatat padahal anak hewan butuh tiga sampai empat kali, tanggalnya kabur, dan tidak ada nomor batch maupun tanda tangan dokter.
- Hewan datang dari berbagai sumber yang riwayatnya bercampur dan sering tidak terlacak.
- Paparan tinggi di tempat padat. Hewan bisa sudah tertular panleukopenia atau parvo dalam masa inkubasi walaupun tampak sehat saat diserahkan.
Catatan yang bisa dipercaya berarti buku vaksin atau sertifikat dari dokter hewan yang memuat tanggal, nomor batch, dan tanda tangan.
2. Anak kucing dan anak anjing di bawah umur 16 minggu
Serinya dimulai ulang dari umur saat ini, lalu diulang tiap tiga sampai empat minggu sampai pemberian terakhir pada umur sedikitnya 16 minggu.
- Anak anjing: vaksin kombinasi inti sedikitnya tiga kali, ditambah rabies mulai umur sekitar 12 minggu
- Anak kucing: vaksin kombinasi inti sedikitnya tiga kali, ditambah rabies mulai umur sekitar 12 minggu
Alasan pemberian terakhir menunggu umur 16 minggu: pada umur itu antibodi dari induknya sudah cukup turun, sehingga vaksinnya dapat memberi perlindungan penuh. Pemberian sebelum umur itu, saat antibodi induk masih tinggi, bisa terhalang dan tidak menghasilkan perlindungan.
3. Hewan dewasa yang belum pernah divaksin
- Dua kali vaksin inti berjarak dua sampai empat minggu, lalu ulangan setahun kemudian
- Ditambah rabies satu kali, sesuai aturan daerah
Hewan dewasa tidak lagi punya antibodi dari induknya, jadi satu kali pemberian biasanya sudah menghasilkan tanggapan. Meski begitu, dua kali dengan jarak beberapa minggu memberi perlindungan yang lebih kuat dan lebih tahan lama, dan itulah yang dipakai untuk hewan yang riwayatnya tidak jelas.
4. Hewan yang dulu pernah divaksin tetapi sudah lama lewat
- Satu kali ulangan umumnya sudah cukup. Kekebalan dari vaksin sebelumnya bisa dibangkitkan kembali walau sudah lewat beberapa tahun, jadi tidak perlu mengulang dari nol.
- Bila catatannya samar atau tidak bisa diperiksa, banyak dokter memilih memperlakukannya sebagai belum pernah divaksin, yaitu dua kali berjarak beberapa minggu.
- Untuk keperluan dokumen perjalanan, vaksin yang sudah lewat masa berlakunya biasanya dianggap sama dengan belum pernah divaksin, dan hitungannya kembali dari awal.
5. Vaksin tambahan sesuai keadaan
Untuk anjing dari penampungan:
- Leptospirosis, karena Jakarta dan sekitarnya rawan genangan dan banyak tikus. Dua kali di awal, lalu diulang tahunan.
- Batuk kennel, bila anjing akan bertemu anjing lain di penitipan, salon, atau taman anjing. Wabah batuk kennel sering terjadi di tempat padat.
- FeLV, dan kucing wajib dites lebih dulu, karena vaksinnya tidak berguna pada kucing yang sudah positif
- Chlamydia, bila di penampungan itu ada wabah mata berair
Untuk kucing dari penampungan:
6. Pemeriksaan minggu pertama setelah adopsi
Selain menyusun ulang jadwal vaksin, hewan dari penampungan perlu diperiksa menyeluruh.
- Pemeriksaan fisik lengkap oleh dokter, mencakup berat badan, suhu, kulit dan bulu, mata, telinga, dan mulut
- Pemeriksaan sampel tinja untuk cacing dan parasit usus. Obat cacing spektrum luas tetap diberikan meski hasilnya negatif, karena hasil negatif palsu sering terjadi.
- Pemeriksaan kutu dan caplak. Bila ada, diberikan obat yang diresepkan dokter sesuai berat dan kondisinya, karena kutu juga membawa parasit lain.
- Pemeriksaan kulit untuk tungau telinga dan jamur. Jamur kulit menular ke manusia, jadi bercak melingkar perlu dipastikan lebih dulu.
- Pisahkan dari hewan lain di rumah selama satu sampai dua minggu pertama, sampai hasil pemeriksaannya keluar.
Seluruh rangkaian ini, dari pemeriksaan fisik, ambil sampel, sampai vaksinnya, bisa dilakukan di rumah Anda di Jabodetabek dalam satu kunjungan.
7. Pertanyaan yang sering muncul
Penampungan bilang sudah divaksin, apakah perlu diulang?
Perlu, bila tidak ada buku vaksin atau sertifikat dari dokter yang memuat tanggal, nomor batch, dan tanda tangan. Mengulang vaksin risikonya sangat kecil, sedangkan menganggapnya sudah terlindungi padahal belum bisa berakibat fatal.
Berbahayakah memberi vaksin dua kali?
Tidak. Vaksin tambahan pada hewan yang ternyata sudah divaksin tidak merugikan, dan jauh lebih aman daripada membiarkannya tanpa perlindungan terhadap parvo atau panleukopenia.
Kapan hewan adopsi boleh disatukan dengan hewan lain di rumah?
Sebaiknya setelah satu sampai dua minggu pemisahan dan hasil pemeriksaannya keluar. Masa itu juga cukup untuk melihat apakah ada penyakit yang sedang dalam masa inkubasi saat diadopsi.
Bisakah semuanya diurus di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet memeriksa, mengambil sampel, memberi obat cacing, dan memvaksin di rumah Anda di Jabodetabek. Ini juga menghindarkan hewan baru dari paparan tambahan di ruang tunggu.
Anggap belum divaksin bila bukunya tidak ada
Kirim lewat WhatsApp perkiraan umur, jenis, kapan diadopsi, dari mana asalnya, foto buku vaksin bila ada, dan pin lokasi Anda.