Burung serak atau kehilangan suara, membaca tanda di baliknya
Pembuka
Bagi pemilik burung kicau, suara biasanya menjadi hal pertama yang terasa berubah. Burung yang rajin berbunyi mendadak serak, suaranya pecah, atau diam sama sekali.
Perubahan suara memang termasuk tanda sakit yang bisa diperhatikan pemilik burung, bersama perubahan kotoran dan burung yang lebih banyak tidur. Tetapi suaranya sendiri jarang cukup untuk menunjuk penyebab. Yang lebih banyak bercerita justru napasnya, nafsu makannya, dan caranya duduk.
1. Yang tidak bisa ditunggu
Hubungi dokter hari itu juga bila suara yang berubah disertai salah satu dari ini:
- Napas berbunyi, berdecit, atau berdetak, terutama saat dia sedang diam
- Ekornya ikut naik turun setiap kali bernapas
- Bernapas dengan paruh terbuka
- Bersin terus menerus, atau ada cairan dari hidung
- Duduk di dasar sangkar dengan bulu mengembang
- Berhenti makan
Suara yang hilang disertai napas yang berbunyi berbeda artinya dengan suara yang hilang sementara napasnya tetap tenang. Yang pertama tidak boleh dianggap lelah.
2. Penyebab yang perlu disingkirkan
- Infeksi saluran napas atau sinus. Biasanya disertai bersin atau cairan di sekitar lubang hidung
- Tungau yang hidup di dalam saluran napas. Paling sering ditemukan pada kenari dan finch. Burung yang terkena bisa bernapas dengan bunyi melengking atau berdetak, bersin, ekornya naik turun, dan bernapas dengan paruh terbuka
- Penyakit lain yang melemahkan badannya secara umum. Pada keadaan ini suara ikut menghilang bersama nafsu makan dan tenaganya
Tungau saluran napas layak disebut tersendiri, karena ia gampang disangka pilek biasa padahal penanganannya berbeda.
3. Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Jangan memaksanya terus berbunyi atau tetap ikut lomba saat suaranya berubah
- Jangan memberi obat yang dijual bebas sebelum penyebabnya jelas
- Jangan menaruh sangkar di dekat asap dapur, asap rokok, atau semprotan pengharum ruangan
- Jangan menyatukannya dengan burung lain bila suaranya berubah disertai bersin atau cairan hidung
4. Yang bisa dikerjakan sambil menunggu
- Istirahatkan dari latihan dan lomba
- Rekam suara dan napasnya dari dekat saat dia tenang
- Perhatikan apakah dia masih makan dan minum seperti biasa
- Pisahkan dari burung lain bila ada bersin atau cairan hidung
Rekaman sangat membantu. Banyak burung berhenti berbunyi saat diperhatikan orang yang belum dikenalnya, sehingga suaranya tidak terdengar saat diperiksa.
5. Yang biasanya dikerjakan dokter
- Mendengarkan napasnya saat dia tenang
- Memeriksa hidung, rongga mulut, dan daerah sinus
- Menimbang dan meraba tulang dada
- Menanyakan jadwal lomba, pakan, dan burung lain di rumah
- Menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan
6. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah burung serak karena terlalu banyak berkicau?
Pemilik sering menyimpulkan begitu. Sebelum menerimanya, pastikan tanda lain tidak ada: napas tenang, tetap makan, dan tetap bertengger. Bila napasnya ikut berbunyi, jangan dianggap lelah.
Napas kenari saya berdetak, apakah berbahaya?
Bunyi berdetak atau melengking saat bernapas pada kenari perlu diperiksa. Salah satu penyebabnya tungau di saluran napas, dan penanganannya berbeda dengan infeksi.
Apakah burung serak menular?
Tergantung penyebabnya. Bila disertai bersin atau cairan hidung, pisahkan dulu dari burung lain.
Burung saya diam total sejak kemarin, padahal biasanya ramai, apakah itu sakit?
Burung yang biasanya ramai lalu diam sepanjang hari layak diperhatikan lebih dekat. Lihat apakah dia tetap makan, tetap bertengger, dan napasnya tetap tenang.
Kalau suaranya berubah dan napasnya ikut berbunyi, jangan tunggu
Sebutkan sejak kapan suaranya berubah, apakah napasnya berbunyi, dan apakah dia masih makan. Kirim rekaman suara dan napasnya bila ada.