Infeksi telinga pada kucing dan anjing: tanda dan penanganannya
Pembuka
Telinga yang gatal, berbau, dan penuh kotoran hitam bukan hal sepele. Penyebabnya bisa bakteri, jamur, atau tungau telinga, dan ketiganya butuh obat yang berbeda.
Di rumah, yang aman hanyalah membersihkan bagian luar yang terlihat. Jangan pernah mengorek ke dalam liang telinga.
1. Kenapa telinga mudah bermasalah
Liang telinga kucing dan anjing berbentuk seperti huruf L, panjang dan berbelok. Bentuk itu membuat kelembapan, kotoran, dan panas mudah terperangkap di dalamnya.
Penyebab yang paling sering ditemui:
- Tungau telinga, parasit kecil yang sangat menular, terutama pada anak kucing
- Infeksi bakteri atau ragi, muncul saat keseimbangan di dalam telinga terganggu
- Alergi makanan atau alergi lingkungan, sering menampakkan diri sebagai telinga yang berulang kali meradang, terutama pada anjing
- Telinga yang tetap lembap sesudah mandi atau berenang, terutama pada anjing bertelinga menggantung
- Benda asing seperti rumput atau biji yang tersangkut di liang telinga
2. Tanda yang perlu diperhatikan
- Menggaruk telinga terus-menerus, atau menggosokkan kepala ke lantai dan perabot
- Sering menggeleng, atau memiringkan kepala ke satu sisi
- Bau tidak sedap yang keluar dari telinga
- Kotoran hitam kering seperti bubuk kopi, atau kotoran kecokelatan yang lengket
- Kemerahan, bengkak, atau bagian dalam daun telinga terasa hangat
- Kesakitan saat telinganya disentuh, atau menghindar saat kepalanya didekati
3. Kotoran hitam itu tungau atau infeksi
Ini yang paling sering ditanyakan, dan jawabannya tidak bisa dipastikan hanya dengan melihat.
Kotoran hitam kering menyerupai bubuk kopi memang sering dikaitkan dengan tungau. Kotoran yang lebih basah, kekuningan, atau kecokelatan lebih mengarah ke infeksi bakteri atau ragi. Keduanya bisa muncul bersamaan, dan penampakannya mirip.
Yang memastikan adalah pemeriksaan contoh kotoran telinga di laboratorium. Dari situ baru terlihat apakah ada tungau, bakteri, atau ragi, sehingga obatnya tepat sasaran.
4. Yang aman dilakukan di rumah
- Seka daun telinga bagian luar dan lipatan yang mudah dijangkau dengan kapas atau kasa lembap. Cukup yang terlihat mata
- Catat sejak kapan tandanya muncul, telinga sebelah mana, dan apakah makin parah
- Tunda dulu memandikannya, dan keringkan telinga dengan lembut bila basah
- Cegah garukan berlebihan, karena kuku yang keras melukai telinga
5. Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Mengorek ke dalam liang telinga dengan cotton bud. Kotoran justru terdorong makin ke dalam, liang telinga bisa terluka, dan gendang telinga berisiko rusak
- Memakai obat tetes telinga sisa, atau obat manusia. Beberapa bahan berbahaya bila gendang telinganya ternyata sudah rusak
- Menuangkan cairan pembersih ke dalam telinga tanpa tahu keadaan di dalamnya
- Menunda pemeriksaan pada telinga yang berulang kali bermasalah, karena penyebab dasarnya belum tertangani
6. Kapan harus segera ditangani
Sebagian besar masalah telinga sebaiknya diperiksa dokter supaya penyebabnya jelas dan tidak berulang. Beberapa keadaan menuntut tindakan lebih cepat:
- Kepala terus miring ke satu sisi, kehilangan keseimbangan, berputar, atau sempoyongan. Infeksinya bisa sudah menjalar lebih dalam
- Ada darah atau nanah keluar dari telinga
- Daun telinga bengkak besar seperti bantalan berisi cairan
- Sangat kesakitan, tidak mau makan, lesu, atau demam
Untuk keadaan seperti ini, kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan. Bila keadaannya tidak bisa menunggu, segera ke klinik hewan terdekat.
7. Kenapa pemeriksaan di rumah sering lebih tenang
Banyak kucing dan anjing menjadi stress saat dibawa keluar rumah, dan telinga yang sudah nyeri membuat pemeriksaan makin sulit.
Di rumah, dokter bisa memeriksa telinga, mengambil sampel kotorannya untuk diperiksa di laboratorium, lalu menjelaskan langkah perawatannya di tempat. Kalyan Vet melayani Jabodetabek, jadi peliharaan tidak perlu menempuh perjalanan saat sedang tidak nyaman.
8. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah tungau telinga menular ke peliharaan lain di rumah?
Ya, tungau telinga sangat menular, terutama antarkucing. Bila satu peliharaan terkena, yang lain sering perlu ikut diperiksa walau belum terlihat bergejala. Karena itu memastikan penyebabnya lebih dulu penting sebelum mengobati.
Apakah telinga kucing dan anjing perlu dibersihkan rutin?
Tergantung jenis dan kondisinya. Sebagian perlu pembersihan berkala, sebagian tidak. Cara dan frekuensinya sebaiknya ditanyakan dulu, karena membersihkan berlebihan atau dengan cara yang keliru justru memicu masalah baru.
Kotoran telinganya sedikit tetapi tidak bau, apakah normal?
Sedikit kotoran tanpa bau, kemerahan, atau rasa gatal umumnya masih wajar. Yang perlu diwaspadai adalah gabungan bau, kotoran berlebih, kemerahan, dan peliharaan yang jelas terganggu oleh telinganya.
Bisakah dokter Kalyan Vet memeriksa telinga di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet memeriksa telinga, mengambil sampel kotoran untuk pemeriksaan laboratorium, membersihkan telinga bila memang perlu, lalu menjelaskan pengobatannya di rumah Anda di Jabodetabek.
Kirim foto telinganya sebelum dibersihkan sendiri
Sebutkan jenis dan umur peliharaan, telinga sebelah mana, sejak kapan tandanya muncul, dan apakah ada peliharaan lain di rumah yang ikut menggaruk. Sertakan pin lokasi Anda.