Kucing telinga kotor hitam: apa yang sebenarnya Anda lihat
Pembuka
Kotoran hitam yang menyerupai bubuk kopi di dalam telinga adalah keluhan yang gambarnya hampir selalu sama, padahal sebabnya beberapa. Sebagian menular ke hewan lain di rumah, sebagian tidak, dan penanganannya memang berbeda.
Ada satu hal yang jarang disebut: telinga yang sudah dibersihkan sebelum diperiksa membuat pemastiannya menjadi lebih sulit. Sebab yang berbeda dibedakan justru dari isi kotorannya, bukan dari bentuk telinganya.
Jadi bila Anda berniat memeriksakannya, sisakan telinganya apa adanya.
1. Yang tidak bisa ditunggu
Hubungi dokter hari itu juga bila muncul salah satu dari ini:
Kepala yang miring adalah tanda yang paling sering ditunggu terlalu lama. Ia menunjukkan keluhannya sudah melewati liang telinga bagian luar, dan bagian yang lebih dalam tidak bisa dinilai dari luar sama sekali.
- Kepalanya miring ke satu sisi, dan tidak kembali tegak
- Dia berjalan sempoyongan, berputar, atau matanya bergerak sendiri
- Salah satu daun telinganya membengkak tebal seperti bantal dalam waktu singkat
- Ada nanah atau darah yang keluar dari lubang telinga
- Baunya menyengat dan dia menjerit saat telinganya disentuh
- Dia menggaruk sampai daun telinganya luka dan berdarah
- Keluhannya hanya di satu telinga dan datang mendadak sesudah bermain di luar
2. Yang biasanya masih bisa diamati di rumah
Bila kotorannya sedikit, dia menggaruk sesekali saja, telinganya tidak berbau, dan kepalanya tegak, umumnya masih bisa diamati sambil Anda mengatur waktu pemeriksaan.
Yang berguna dicatat, dan ini sebaiknya dicatat sebelum apa pun dibersihkan:
Foto bagian dalam daun telinganya dengan cahaya cukup juga membantu, dan itu menghemat banyak tebakan.
- Satu telinga atau keduanya
- Warna dan bentuk kotorannya, hitam berbutir, coklat lengket, atau kekuningan
- Ada bau atau tidak
- Seberapa sering dia menggaruk dan menggeleng dalam sehari
- Ada tidaknya keropeng di leher, di belakang telinga, atau di sekitar mata
- Apakah hewan lain di rumah menunjukkan hal yang sama
3. Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Jangan memasukkan kapas bertangkai ke dalam liang telinga. Liang telinga kucing berbelok, sehingga kotoran justru terdorong lebih dalam
- Jangan menuangkan minyak, cairan pembersih rumah tangga, atau air perasan apa pun ke dalam liang telinga
- Jangan memakai produk telinga atau produk kutu milik anjing. Sebagian bahan di dalamnya beracun bagi kucing
- Jangan membersihkan tuntas tepat sebelum diperiksa, sebab isi kotoran itu yang dipakai untuk memastikan sebabnya
- Jangan mengobati satu kucing saja bila di rumah ada beberapa hewan dan sebabnya menular
4. Sebab yang lazim
- Tungau telinga, yang paling sering pada kucing muda dan kucing yang baru datang, dan ini menular antar hewan di rumah
- Pertumbuhan jamur ragi yang berlebihan, biasanya coklat, lengket, dan berbau khas
- Infeksi bakteri, sering menyusul sesudah telinga digaruk berulang
- Alergi, yang membuat telinga menjadi lembap dan mudah bermasalah berulang
- Benda asing, misalnya potongan rumput, dan ini hampir selalu satu telinga
- Polip atau pertumbuhan di dalam liang telinga
5. Yang biasanya dikerjakan dokter
- Melihat ke dalam liang telinga dengan alat, sampai ke gendang telinganya bila memungkinkan
- Mengambil contoh kotoran dan memeriksanya di bawah mikroskop
- Membedakan tungau, ragi, dan bakteri, sebab ketiganya ditangani berbeda
- Memastikan gendang telinganya utuh sebelum apa pun dimasukkan ke dalam telinga
- Memeriksa kulit di bagian tubuh lain, sebab telinga sering hanya bagian yang paling terlihat
- Menyarankan penanganan untuk semua hewan di rumah bila sebabnya menular
6. Pertanyaan yang sering muncul
Kotoran hitam berarti pasti kutu telinga?
Tidak. Tungau memang sering memberi gambaran seperti itu, tetapi ragi dan bakteri bisa menyerupainya. Pemastiannya lewat mikroskop, bukan lewat warna.
Menular ke kucing lain dan ke anjing di rumah?
Tungau telinga menular antar hewan, dan itu sebabnya penanganan satu ekor saja sering berakhir dengan kambuh. Sebab yang lain umumnya tidak menular.
Menular ke manusia?
Jarang sekali, dan bila terjadi biasanya sebatas gatal sementara di kulit. Ini bukan alasan untuk menunda pemeriksaan kucingnya.
Boleh saya bersihkan sendiri?
Bagian yang terlihat di daun telinga boleh dilap dengan kain lembut. Liang telinga bagian dalam sebaiknya tidak, terutama sebelum diperiksa.
Kenapa telinganya kambuh terus walau sudah dibersihkan?
Membersihkan mengangkat kotorannya, bukan sebabnya. Telinga yang berulang biasanya menunjuk ke sebab yang belum dipastikan, atau ke hewan lain di rumah yang belum ikut ditangani.
7. Penutup
Sebutkan satu telinga atau dua, warna dan bau kotorannya, dan apakah ada hewan lain di rumah yang menunjukkan hal serupa. Tiga keterangan itu sudah cukup untuk menilai apakah ini bisa dijadwalkan atau perlu diperiksa lebih cepat.