Kelinci bulu rontok, membedakan pergantian bulu dari tanda sakit
Pembuka
Kelinci merontokkan bulunya secara berkala untuk menggantinya dengan bulu baru. Pada kelinci yang dipelihara di dalam rumah, cahaya dan suhu ruangan ikut memengaruhi siklus itu, sehingga bulunya bisa rontok sedikit-sedikit sepanjang tahun.
Karena itu bulu yang rontok belum tentu tanda sakit. Yang membedakannya yaitu apakah bulu baru tumbuh, dan apakah kulitnya ikut berubah.
1. Rontok yang wajar
- Rontoknya biasanya dimulai dari kepala, lalu bergerak ke punggung dan pantat
- Terlihat batas antara bulu lama dan bulu baru yang sedang tumbuh
- Bulu yang lepas mudah terangkat saat disisir pelan
- Kadang tampak bercak tipis sesaat, yang kemudian terisi bulu baru
- Kelinci tetap makan, tetap aktif, dan kulitnya bersih
Masa rontok yang berat biasanya berlangsung beberapa minggu.
2. Rontok yang perlu diperiksa
- Bulu rontok tanpa bulu baru yang tumbuh
- Ketombe putih yang tebal di punggung dan pantat. Tanda ini sering terlihat pada tungau bulu, penyebab parasit yang paling sering membuat kelinci rontok
- Bercak botak dengan kulit bersisik, berkerak, atau kemerahan. Bisa menandakan jamur kulit
- Bulu yang terputus di tengah, bukan lepas dari akarnya. Sering karena bulunya digigiti, oleh dirinya sendiri atau oleh hewan lain yang serumah
- Kulit yang basah dan kotor di sekitar pantat atau kaki belakang
- Menggaruk berlebihan
3. Yang tidak bisa ditunggu
Hubungi dokter hari itu juga bila bulu yang rontok disertai:
- Tidak mau makan
- Lemas
- Kotoran berkurang atau berhenti keluar
Kelinci tidak bisa muntah. Bulu yang tertelan dalam jumlah banyak saat dia merawat diri dapat memperlambat saluran cernanya, dan keadaan itu bisa mengancam nyawa.
4. Penyebab rontok selain pergantian bulu
- Tungau bulu
- Jamur kulit
- Bulu yang digigiti, sering pada kelinci yang tinggal bersama kelinci atau marmut lain
- Kulit yang teriritasi air kencing
- Masalah gigi
- Perkelahian
- Gangguan hormon
- Kutu dan infeksi kulit
5. Soal jamur kulit
Jamur kulit pada kelinci dapat menular ke manusia. Bila ada bercak botak yang bersisik atau berkerak, cuci tangan sesudah memegang kelinci, dan sampaikan kepada dokter bila ada anggota keluarga yang kulitnya ikut gatal atau muncul bercak.
6. Yang bisa dikerjakan
- Sisir bulunya setiap hari saat rontok sedang berat, dan cukup dua sampai tiga hari sekali di luar masa itu
- Pastikan rumput kering selalu tersedia, karena ia membantu saluran cernanya tetap bergerak
- Pastikan air minum cukup
- Foto bagian yang botak dari dekat
7. Pertanyaan yang sering muncul
Kelinci saya rontok banyak sekali, apakah wajar?
Bisa wajar bila bulu baru terlihat tumbuh, kulitnya bersih, dan dia tetap makan serta aktif. Yang perlu diperiksa yaitu rontok tanpa bulu baru, atau disertai ketombe tebal dan kulit berkerak.
Kenapa kelinci yang sedang rontok perlu disisir?
Menyisir mengurangi bulu yang tertelan saat dia merawat diri. Karena kelinci tidak bisa muntah, bulu yang tertelan terlalu banyak bisa mengganggu saluran cernanya.
Apakah jamur kulit kelinci bisa menular ke manusia?
Bisa. Cuci tangan sesudah memegang kelinci yang kulitnya berkerak, dan periksakan kelincinya.
Kelinci saya botak di bagian yang digigiti temannya, apa yang harus dilakukan?
Bila kulitnya ikut luka, hubungi dokter.
Kalau bulunya rontok tanpa bulu baru, atau kulitnya berkerak, periksakan
Sebutkan bagian mana yang rontok, apakah ada ketombe atau kerak, apakah ada hewan lain yang tinggal bersamanya, dan apakah dia masih makan. Foto bagian yang botak dari dekat.