Lompat ke isi
Kalyan Vet Kalyan Vet Ceritakan keluhannya

Kesehatan ikan hias akuarium: kualitas air dan penyakit yang umum

Kesehatan ikan hias akuarium: kualitas air dan penyakit yang umum

· 3 menit baca

Pembuka

Ikan sering dianggap peliharaan yang paling praktis, cukup diberi pakan dan sesekali airnya diganti. Anggapan itulah yang membuat banyak ikan mati mendadak tanpa pemiliknya tahu penyebabnya. Yang menentukan sehat atau tidaknya ikan justru sesuatu yang tidak terlihat, yaitu airnya.

Halaman ini membahas kaitan air dengan kesehatan ikan, penyakit yang sering muncul, dan tanda bahayanya. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek, dan tidak menangani ikan. Untuk ikan hias dan koi, hubungi dokter hewan yang menangani ikan.

1. Merawat ikan sebenarnya merawat air

Air adalah tempat ikan bernapas, makan, sekaligus membuang kotoran. Kuncinya siklus nitrogen.

  • Kotoran ikan dan sisa pakan terurai menjadi amonia, dan amonia sangat beracun bahkan pada kadar rendah
  • Koloni bakteri baik di media filter mengubah amonia menjadi nitrit, yang juga masih beracun
  • Bakteri itu lalu mengubah nitrit menjadi nitrat yang jauh lebih aman
  • Nitrat dikurangi lewat penggantian sebagian air secara rutin

Pada akuarium yang baru diisi, koloni bakteri itu belum terbentuk. Bila ikan langsung dimasukkan dalam jumlah banyak, amonia menumpuk lebih cepat daripada kemampuan filter menetralkannya, dan ikan perlahan keracunan. Keadaan ini dikenal sebagai new tank syndrome, dan banyak kasus ikan mati pada minggu pertama berakar di sini.

Air keran juga mengandung kaporit yang berbahaya bagi ikan dan membunuh bakteri baik di filter. Mengganti seluruh air sekaligus atau mencuci media filter dengan air keran justru memicu masalah.

2. Penyakit ikan yang paling umum

Sebagian besar penyakit ikan muncul saat daya tahannya menurun karena air yang buruk, stres pindah tempat, atau suhu yang berubah mendadak.

  • White spot atau bintik putih, berupa bintik kecil seperti butiran garam di tubuh dan sirip. Ikan sering menggosokkan tubuhnya ke dinding akuarium, nafsu makannya turun, dan siripnya mengatup
  • Busuk sirip, tepi sirip koyak, memerah, atau terkikis dari ujungnya. Erat kaitannya dengan air yang buruk, dan sering menyerang ikan bersirip panjang
  • Infeksi jamur, berupa serabut putih keabuan menyerupai kapas di tubuh, mulut, atau sirip. Jamur menyerang ikan yang sudah lemah atau terluka, jadi kemunculannya menandakan ada masalah lain yang lebih mendasar
  • Gangguan gelembung renang, ikan mengapung terus, tenggelam di dasar, atau berenang miring bahkan terbalik. Pemberian pakan berlebih sering dikaitkan dengan masalah ini

3. Tanda umum ikan sedang tidak sehat

  • Megap-megap di permukaan, yang sering berarti oksigen rendah atau insang terganggu
  • Sirip mengatup rapat ke tubuh dan tidak lagi mengembang
  • Nafsu makan menurun atau berhenti makan sama sekali
  • Warna tubuh memudar atau menjadi gelap
  • Menggosokkan tubuh ke benda di dalam akuarium
  • Lesu, menyendiri, atau bersembunyi padahal sebelumnya aktif
  • Perut menggembung dengan sisik berdiri seperti buah pinus, dan ini tanda yang serius

Satu ikan yang sakit sering menjadi peringatan dini untuk seluruh isi akuarium, karena semuanya berbagi air yang sama.

4. Yang bisa dilakukan di rumah

  • Jangan memberi pakan berlebih, dan angkat sisa yang tidak habis
  • Jangan memelihara terlalu padat, sesuaikan jumlahnya dengan ukuran akuarium dan kemampuan filter
  • Ganti sebagian air secara rutin, bukan menguras seluruhnya
  • Dewasakan filter lebih dulu, lalu tambahkan ikan bertahap
  • Istirahatkan air keran supaya kaporitnya hilang sebelum dipakai
  • Jangan mencuci media filter dengan air keran langsung
  • Karantina ikan baru sebelum digabungkan dengan ikan lama
  • Jaga suhu stabil dan sesuai jenis ikan
  • Catat sejak kapan cara berenang, sirip, tubuh, atau warnanya berubah

Jangan menuang obat ikan sembarangan, dan jangan mengganti seluruh air sambil mencuci filter sampai bersih. Kedua langkah itu merusak keseimbangan air dan membunuh bakteri baiknya.

5. Kapan perlu dokter hewan ikan

  • Banyak ikan sakit bersamaan, atau mati beruntun dalam waktu singkat
  • Ikan megap-megap padahal aerasi dan filter berjalan normal
  • Ada luka terbuka, borok, pendarahan, atau bagian tubuh yang terkikis
  • Perut menggembung dengan sisik berdiri seperti buah pinus
  • Bintik putih, busuk sirip, atau jamur tidak membaik sesudah air diperbaiki
  • Ikan berhenti makan dalam waktu yang tidak wajar
  • Ikan di akuarium atau kolam baru cepat melemah

Tanda pada ikan samar dan cepat memburuk, jadi bertanya lebih awal lebih baik daripada menunggu sampai banyak ikan terdampak.

6. Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa ikan saya tiba-tiba banyak yang mati di akuarium baru?

Pola ini khas new tank syndrome. Koloni bakteri baik di filter belum terbentuk, sehingga amonia dari kotoran dan sisa pakan menumpuk dan meracuni ikan. Jalan keluarnya mendewasakan filter dan menambah ikan bertahap, bukan menguras total.

Ikan saya ada bintik putih seperti garam, apakah berbahaya?

Bintik putih kecil di tubuh dan sirip, apalagi bila ikan menggosokkan badannya, mengarah ke white spot. Penyakit ini menyebar ke ikan lain karena airnya sama. Perbaiki dulu mutu airnya, lalu periksakan bila tidak membaik.

Apakah air akuarium yang jernih pasti sehat?

Tidak selalu. Air bisa terlihat jernih tetapi mengandung amonia atau nitrit yang beracun, karena zat itu tidak berwarna. Kesehatan ikan lebih akurat dinilai dari keadaan ikannya, cara berenangnya, dan setelan filternya.

Apakah Kalyan Vet melayani ikan hias?

Tidak. Kalyan Vet melayani kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, dan kura-kura di Jabodetabek. Untuk ikan hias, koi, atau cupang, hubungi dokter hewan yang memang menangani ikan.

Untuk ikan, hubungi dokter hewan yang menangani ikan

Bila di rumah Anda juga ada kucing, anjing, kelinci, hamster, sugar glider, burung, atau kura-kura di Jabodetabek, ceritakan keluhannya lewat WhatsApp, sebutkan jenis dan usianya, lalu kirim pin lokasi.

Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram

Keadaan gawat? Tulis EMERGENCY di awal pesan

Ceritakan keluhannya

Sesak napas, kejang, tidak sadar, keracunan, atau berdarah tidak berhenti perlu ditangani saat itu juga. Kami melayani 24 jam: tulis EMERGENCY di awal pesan WhatsApp Anda agar tim kami memberikan tanggapan prioritas, siang maupun malam. Untuk keadaan yang membutuhkan oksigen, transfusi, atau rawat inap, dokter kami mengatakannya terus terang dan membantu merujuk ke fasilitas yang punya perlengkapannya.

Ceritakan keluhan anabul hari ini

Dokter kami datang ke rumah Anda di seluruh Jabodetabek.

Ringkasan layanan

AreaJabodetabek
Layanan24 jam, setiap hari
Kata kunci daruratEMERGENCY
Biaya kunjunganditanyakan lewat WhatsApp

Kami melayani 24 jam, termasuk malam hari. Kunjungan malam dihitung layanan darurat, dan rinciannya kami sampaikan lewat WhatsApp sebelum dokter berangkat. Untuk keadaan gawat, tulis EMERGENCY di awal pesan.

Ceritakan keluhannya
Ceritakan keluhannya