Penyebab kucing bau mulut dan cara merawat giginya
Pembuka
Bau mulut pada kucing sering dianggap wajar karena kucing makan ikan. Padahal bau mulut yang kuat hampir selalu menandakan masalah, dan yang paling sering adalah penyakit gigi dan gusi.
Jenis baunya juga memberi petunjuk. Bau busuk mengarah ke mulut, sedangkan bau amonia atau bau manis bisa menunjuk ke ginjal atau diabetes.
1. Penyebab bau mulut kucing
- Karang gigi dan radang gusi. Plak mengeras menjadi karang, lalu kuman di dalamnya meradangkan gusi dan merusak penyangga gigi serta tulang rahang. Baunya busuk menyengat
- Radang mulut berat (stomatitis). Seluruh jaringan mulut meradang dan sangat nyeri, sehingga kucing enggan makan dan berliur. Keadaan ini sering berkaitan dengan infeksi virus FIV atau FeLV
- Penyakit ginjal. Napas berbau seperti amonia atau air seni karena zat sisa menumpuk dalam darah
- Diabetes. Napas berbau manis seperti buah atau aseton, biasanya disertai banyak minum, sering kencing, dan berat turun
- Benda asing di mulut, seperti tulang atau duri ikan yang terselip di gusi lalu membusuk
2. Tanda yang perlu segera diperiksa
Kucing yang berhenti makan lebih dari sehari karena mulutnya nyeri perlu diperiksa hari itu juga. Napas berbau amonia juga tidak boleh ditunda, karena bisa menandakan penyakit ginjal.
- Enggan makan, atau mengunyah hanya dengan satu sisi
- Air liur berlebihan, kadang bercampur darah
- Gusi merah, bengkak, atau berdarah saat disentuh
- Gigi goyang atau copot
- Menghindar atau mendesis saat moncongnya disentuh
- Napas berbau amonia, air seni, atau aseton
3. Merawat gigi kucing di rumah
Karang yang sudah keras tidak bisa hilang dengan sikat gigi. Pembersihan menyeluruh (scaling) membutuhkan pembiusan di fasilitas, dan bila perlu kami bantu merujuk.
- Sikat gigi rutin, idealnya tiga kali seminggu, dengan sikat kecil dan pasta gigi khusus hewan
- Jangan memakai pasta gigi manusia, karena kandungannya berbahaya bila tertelan kucing
- Mulai perlahan dengan mengusap gusi memakai jari atau kain kasa, lalu naik ke sikat
- Camilan dan mainan kunyah khusus gigi membantu sedikit, tetapi tidak menggantikan sikat gigi
- Pakan kering sedikit membantu mengikis plak, tetapi juga bukan pengganti sikat gigi
4. Yang biasanya diperiksa dokter
- Mulut, gigi, dan gusi dalam keadaan sadar, untuk menilai seberapa mendesak keadaannya
- Gigi yang goyang, patah, atau berlubang di dekat garis gusi
- Pemeriksaan darah bila baunya mengarah ke ginjal atau diabetes
- Kesiapan pembiusan bila kucing memerlukan scaling atau pencabutan gigi
5. Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa mulut kucing saya tiba-tiba sangat bau?
Paling sering karena penyakit gigi dan gusi. Namun bau seperti amonia atau air seni bisa menandakan penyakit ginjal, dan bau manis seperti buah bisa menandakan diabetes. Bau yang berubah mendadak sebaiknya diperiksa, bukan ditutupi.
Apakah bau mulut kucing berbahaya?
Bau mulut yang kuat hampir selalu menandakan masalah yang perlu ditangani. Radang gusi yang dibiarkan merusak tulang penyangga gigi, dan kuman dari mulut bisa terbawa aliran darah ke jantung, ginjal, dan hati. Bau amonia perlu diperiksa segera.
Bagaimana cara menyikat gigi kucing?
Mulai dengan mengusap gusi memakai jari atau kain kasa selama beberapa hari, lalu beralih ke sikat gigi kucing dan pasta gigi khusus hewan. Lakukan singkat dan tenang, idealnya tiga kali seminggu, dan jangan memakai pasta gigi manusia.
Kapan kucing perlu scaling gigi?
Saat karang gigi sudah terlihat tebal kekuningan di taring dan geraham, atau gusinya meradang. Scaling membutuhkan pembiusan di fasilitas. Dokter Kalyan Vet bisa memeriksa mulut kucing Anda di rumah di Jabodetabek dan membantu merujuk bila memang dibutuhkan.
Cium napasnya, foto giginya, lalu ceritakan
Kirim foto gigi dan gusi kucing, seperti apa baunya, umurnya, dan apakah makan atau minumnya berubah.