Sugar glider sakit: tanda bahaya yang sering terlewat pemilik
Pembuka
Sugar glider sangat pintar menyembunyikan rasa sakit. Itu naluri bertahan hidup di alam, supaya tidak terlihat lemah oleh pemangsa.
Akibatnya, saat pemilik akhirnya menyadari ada yang salah, keadaannya sering sudah lanjut. Halaman ini membantu Anda mengenali tandanya lebih awal.
1. Delapan tanda yang sering terlewat
- Bulu kusam, kering, atau rontok sampai ada bagian botak. Sugar glider sehat berbulu halus dan berkilau
- Tidak mau keluar dari kantong tidur saat malam, padahal malam adalah jam aktifnya
- Menggigiti dirinya sendiri, terutama di sekitar dubur, kantong, atau buah zakar, sampai berdarah
- Kaki belakang lemah atau lumpuh, tanda kekurangan kalsium yang sudah berat
- Berat badan turun. Sugar glider dewasa umumnya stabil di sekitar 90 sampai 150 gram, jadi turun lebih dari 10 persen dalam sepekan sudah serius
- Mata merah, berair, atau susah dibuka
- Mencret, atau kotorannya lembek terus-menerus. Kotoran normal berbentuk lonjong dan padat
- Kejang atau hilang kesadaran
Timbang setiap pekan dan catat angkanya. Pada hewan sekecil ini, berat badan adalah alat pemantau paling jujur yang Anda punya di rumah.
2. Tanda yang tidak boleh ditunda
Empat keadaan berikut tidak boleh menunggu sampai besok:
- Ada luka terbuka atau darah di kandang karena menggigiti diri sendiri
- Kaki belakang lemah, diseret, atau lumpuh
- Kejang, berputar-putar, atau hilang kesadaran
- Berhenti makan dan minum sama sekali
Untuk keadaan ini, kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan. Bila napasnya sudah berat atau tubuhnya dingin dan tidak sadar, segera ke klinik hewan terdekat.
Luka yang terlihat kecil pun menipu pada tubuh sekecil ini. Luka yang dibuka lagi tiap malam tidak akan menutup sendiri.
3. Kenapa menggigiti diri sendiri bukan sekadar kebiasaan
Perilaku ini terlihat seperti persoalan kebiasaan, jadi sering dijawab dengan mainan baru. Sebagian memang membaik. Sebagian lagi tidak, karena yang mendasarinya rasa nyeri di bagian yang digigiti.
Yang sering ada di belakangnya: infeksi kulit, parasit, gangguan saluran kemih dan kelamin, nyeri sesudah tindakan bedah, atau tekanan berat karena dipelihara sendirian. Sugar glider hewan berkoloni, dan hidup sendirian adalah tekanan yang berjalan terus.
Jangan mengoleskan obat atau cairan pembersih luka milik manusia. Semuanya akan dijilat, dan sebagian berbahaya bila tertelan.
4. Pakan yang benar
Sebagian besar masalah kesehatan sugar glider berakar dari pakan yang keliru. Panduan dasarnya:
- Protein hewani sekitar seperempat sampai setengah dari seluruh pakan, misalnya jangkrik, ulat sutra, atau ayam rebus tanpa tulang dan tanpa bumbu
- Buah segar sekitar seperlima sampai seperempat, misalnya pepaya, mangga, anggur, atau semangka
- Sayuran sekitar sepersepuluh
- Hindari bawang, cokelat, kafein, alpukat, dan buah berbiji keras
Keseimbangan kalsium sangat menentukan pada jenis ini, dan kekurangannya muncul sebagai kelemahan kaki belakang. Tambahan kalsium serta takarannya ditentukan dokter menurut berat dan susunan pakannya, jangan dikira-kira sendiri.
5. Pertanyaan yang sering muncul
Kenapa sugar glider sering sakit?
Dua hal yang paling sering: pakan yang keliru, dan tekanan berkepanjangan. Sugar glider perlu protein hewani dan buah segar dalam porsi yang tepat, dan mudah tertekan bila dipelihara sendirian, kandangnya sempit, atau tidur siangnya terganggu.
Apakah sugar glider sebaiknya dipelihara berpasangan?
Sugar glider hewan berkelompok, dan hidup sendirian adalah salah satu tekanan yang paling sering ada di belakang perilaku melukai diri. Waktu dan cara memperkenalkan teman baru sebaiknya dibicarakan dulu dengan dokter.
Kaki belakangnya lemah, apakah bisa pulih?
Bisa membaik bila ditangani lebih awal dan susunan pakannya diperbaiki. Semakin lama dibiarkan, semakin kecil peluangnya, jadi kelemahan kaki belakang jangan diamati berhari-hari lebih dulu.
Apakah Kalyan Vet memeriksa sugar glider di rumah?
Ya. Dokter Kalyan Vet datang ke rumah di Jabodetabek. Untuk sugar glider ini justru menguntungkan, karena susunan kandang, teman sekandangnya, dan pakannya bisa dilihat langsung di tempat.
Timbang dulu, lalu ceritakan yang berubah
Lewat WhatsApp, sebutkan berat badannya bila sempat menimbang, sejak kapan gejalanya muncul, apakah dipelihara sendirian, dan kirim pin lokasi Anda.