Zoonosis di Jakarta: penyakit hewan ke manusia dan cara amannya
Pembuka
"Saya hamil, dan keluarga meminta kucing saya diserahkan ke orang lain karena katanya bahaya toxoplasma. Benarkah?" Pertanyaan seperti ini sering masuk.
Jawabannya hampir selalu tidak, selama Anda tahu di mana risikonya dan bagaimana mencegahnya. Halaman ini merangkum delapan penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia di Indonesia, dan langkah praktis untuk keluarga.
1. Kenapa iklim tropis membuatnya lebih relevan
Zoonosis adalah penyakit yang bisa berpindah antara hewan dan manusia. Tidak semuanya berat, dan banyak yang sembuh sendiri bila dikenali.
Di Jakarta ada beberapa hal yang menambah peluangnya:
- Udara lembap dan hangat sepanjang tahun, tempat nyamuk, kutu, caplak, dan sebagian bakteri berkembang lebih cepat
- Padatnya penduduk dan hewan, sehingga kontak lebih sering, termasuk dengan tikus serta kucing dan anjing jalanan
- Banjir musiman, yang menyebarkan kuman lewat genangan
- Banyak hewan di luar rumah yang belum divaksin
Punya peliharaan tidak otomatis berisiko tinggi. Dengan pencegahan yang tepat, risikonya bisa ditekan sampai sangat rendah.
2. Delapan yang perlu Anda kenal
- Rabies. Menular lewat gigitan hewan terinfeksi. Hampir selalu berakhir kematian begitu gejalanya muncul, dan hampir sepenuhnya bisa dicegah dengan vaksin
- Leptospirosis. Menular lewat air kencing hewan, terutama tikus, yang mencemari genangan. Tandanya pada manusia demam mendadak, nyeri otot betis, dan mata merah. Puncaknya sesudah banjir
- Toxoplasmosis. Sumber terbesarnya daging yang kurang matang, bukan kucing rumahan. Rinciannya di bagian berikutnya
- Cacingan. Telur cacing dari kotoran hewan tertelan anak yang bermain pasir, atau larvanya menembus kulit kaki telanjang
- Jamur kulit. Menular lewat sentuhan langsung atau lewat handuk, sisir, dan alas tidur. Bentuknya bercak melingkar yang gatal
- Penyakit cakaran kucing. Bakterinya dibawa kutu kucing. Tandanya bentol di bekas cakaran lalu kelenjar getah bening yang membengkak
- Salmonella dan kuman usus lain. Menular lewat kotoran hewan dan daging mentah. Tandanya diare, kram perut, dan demam
- Bakteri kulit yang kebal antibiotik. Berpindah lewat luka, dan bisa bolak balik antara pemilik dan peliharaannya
3. Toxoplasma dan ibu hamil
Yang benar:
- Kebanyakan orang dewasa sehat yang terinfeksi tidak bergejala, atau hanya seperti flu ringan, lalu membentuk antibodi
- Bahayanya khusus pada ibu yang baru pertama kali terinfeksi saat hamil
- Ibu yang sudah terinfeksi sebelum hamil tidak menularkannya ke janin
- Kucing hanya mengeluarkan bibit penyakitnya beberapa minggu seumur hidupnya, dan bibit itu perlu satu sampai lima hari di kotoran sebelum bisa menular
- Masak daging sampai matang penuh, dan hindari daging setengah matang selama hamil
- Cuci sayur dan buah menyeluruh, terutama yang dimakan mentah
- Cuci tangan sesudah memegang daging mentah, berkebun, dan membersihkan kotak pasir
- Bersihkan kotak pasir tiap hari. Saat hamil, minta orang lain yang mengerjakannya, atau pakai sarung tangan
- Jaga kucing tetap di dalam rumah, beri makanan kering atau basah kemasan, dan jangan beri daging mentah
Langkah pencegahannya:
Kucing tidak perlu diserahkan ke orang lain saat Anda hamil. Kehilangannya justru menambah beban tersendiri.
4. Tujuh langkah untuk keluarga
- Vaksin peliharaan selalu diperbarui, termasuk rabies
- Obat cacing dan pengendalian kutu serta caplak secara rutin, sesuai anjuran dokter
- Cuci tangan dengan sabun sesudah memegang hewan, membersihkan kotorannya, dan sebelum makan
- Daging dimasak matang, sayur dicuci, dan talenan daging mentah dipisahkan
- Kotak pasir dibersihkan tiap hari, alas tidur hewan dicuci berkala, dan populasi tikus dikendalikan
- Periksa kesehatan peliharaan berkala, walaupun terlihat sehat
- Perhatian lebih untuk ibu hamil, anak kecil, lansia, dan anggota keluarga yang kekebalannya sedang turun
5. Pertanyaan yang sering muncul
Anak saya digigit kucing jalanan, apa yang harus dilakukan?
Cuci lukanya dengan sabun dan air mengalir sekitar 15 menit, lalu bawa ke fasilitas kesehatan manusia terdekat saat itu juga. Bila kucingnya tidak bisa ditangkap atau status vaksinnya tidak diketahui, pencegahan sesudah gigitan biasanya dianjurkan. Jangan menunda.
Kucing saya tidak pernah keluar rumah, bisa membawa toxoplasma?
Sangat kecil kemungkinannya. Kucing tertular dari memangsa tikus atau burung dan dari daging mentah. Kucing yang selalu di dalam rumah dan makan makanan kemasan hampir tidak punya jalur itu.
Anjing saya sudah vaksin leptospirosis, saya sendiri aman dari banjir?
Tidak. Vaksin itu melindungi anjingnya, bukan Anda. Saat membersihkan sisa banjir, pakai sepatu boot dan sarung tangan, hindari air banjir mengenai luka, lalu mandi dengan sabun. Bila demam mendadak dengan nyeri betis sesudahnya, segera periksa ke dokter dan sebutkan riwayat banjirnya.
Saya baru adopsi kucing dan punya bayi, apa yang perlu diperiksa dulu?
Pemeriksaan fisik menyeluruh, pemeriksaan kotoran untuk cacing, pemeriksaan jamur kulit, obat cacing, pengendalian kutu, dan vaksinasi. Dokter Kalyan Vet bisa mengerjakan semuanya di rumah Anda di Jabodetabek, termasuk mengambil sampel untuk laboratorium.
Amankan rumah Anda tanpa melepas peliharaan
Kirim lewat WhatsApp jenis dan usia peliharaan, riwayat vaksin serta obat cacingnya, anggota keluarga yang perlu perhatian lebih, dan pin lokasi Anda.