Bulu rontok berlebihan pada kucing dan anjing: penyebab dan tandanya
Pembuka
Gumpalan bulu di lantai dan sofa yang selalu berbulu belum tentu tanda sakit. Semua kucing dan anjing merontokkan bulu, karena bulu lama terus diganti bulu baru.
Yang perlu diwaspadai adalah rontok yang meninggalkan bagian botak, kulit merah atau berkerak, gatal terus-menerus, atau kebiasaan menjilati satu titik. Halaman ini membantu Anda membedakannya.
1. Rontok yang masih wajar
Rontok yang wajar merata di seluruh tubuh, kulit di baliknya sehat, dan peliharaan tetap ceria, makan seperti biasa, serta tidak gatal berlebihan.
Beberapa keadaan membuat rontok terasa lebih deras tanpa berarti sakit:
- Pergantian cuaca dan suhu
- Ras berbulu tebal atau berlapis ganda, yang rontok lebih banyak sepanjang tahun
- Masa pergantian bulu anak ke bulu dewasa
- Induk yang baru melahirkan atau sedang menyusui, untuk sementara
2. Tanda rontok yang tidak wajar
Pola berikut perlu dicari penyebabnya:
- Bagian botak atau menipis yang jelas terlihat
- Kulit merah atau menghitam
- Kerak, koreng, atau ketombe berlebihan
- Kulit berbau tidak sedap
- Peliharaan terus menggaruk, menggigit, atau menjilati satu area
3. Penyebab yang lazim
Tampilan penyebab-penyebab ini sering mirip, sehingga membedakannya biasanya memerlukan pemeriksaan kulit.
- Kutu, yang gigitannya memicu alergi dengan rontok di pangkal ekor, punggung belakang, dan leher
- Tungau, yang membuat botak dan kulit meradang
- Jamur kulit, dengan bercak botak bulat yang bisa menular ke hewan lain dan ke manusia
- Alergi terhadap gigitan kutu, makanan, atau lingkungan seperti debu dan serbuk sari
- Gangguan hormon, dengan rontok simetris di kedua sisi tubuh tanpa gatal hebat, biasanya disertai perubahan berat badan, nafsu makan, rasa haus, atau tenaga
- Stres karena pindah rumah, anggota keluarga atau peliharaan baru, rutinitas yang berubah, atau bosan. Menjilat berlebihan juga bisa menandakan nyeri, jadi penyebab fisik disingkirkan dulu
- Gizi yang kurang seimbang, kehamilan, menyusui, atau masa pulih sesudah sakit berat
4. Yang perlu dicatat sebelum konsultasi
Catatan ini membantu dokter menemukan penyebabnya lebih cepat:
- Rontoknya merata, atau ada bagian botak yang jelas
- Warna kulit di bagian itu, dan ada kerak atau bau
- Seberapa sering peliharaan menggaruk, menggigit, atau menjilat
- Ada kutu, telur kutu, atau bintik hitam kecil di bulu
- Perubahan berat badan, nafsu makan, rasa haus, buang air, atau tenaga
- Kapan mulainya, dan apa yang berubah sekitar waktu itu, misalnya rumah, makanan, atau peliharaan baru
5. Yang bisa dilakukan di rumah
Untuk rontok ringan dengan kulit yang sehat, langkah berikut aman dilakukan sambil mengamati. Hindari obat manusia, salep sembarangan, dan memandikan terlalu sering, karena ketiganya bisa memperparah iritasi.
- Sisir rutin untuk membuang bulu mati. Pada kucing, menyisir juga mengurangi bulu yang tertelan
- Jaga kebersihan dan kendalikan kutu. Tanyakan produknya lebih dulu, karena sebagian produk anjing berbahaya bagi kucing
- Beri makanan yang seimbang, dan jangan mengganti menu secara drastis tanpa alasan
- Kurangi pemicu stres dengan tempat yang tenang, mainan, dan rutinitas yang tetap
6. Kapan harus ke dokter
Periksakan bila muncul salah satu tanda di bawah ini. Bila peliharaan sangat lemas, tidak mau makan atau minum, sulit bernapas, atau kulitnya luka luas dan bernanah disertai demam, kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan. Bila keadaannya tidak bisa menunggu, segera ke klinik hewan terdekat.
- Botak yang jelas atau menyebar
- Kulit merah, luka, berkerak, bernanah, menghitam, atau berbau
- Gatal hebat sampai kulit luka
- Rontok disertai perubahan berat badan, nafsu makan, rasa haus, atau tampak lesu
- Bercak botak yang mungkin jamur, apalagi bila anggota keluarga ikut gatal
7. Pertanyaan yang sering muncul
Berapa banyak bulu rontok yang masih wajar?
Sulit diberi angka pasti karena bergantung pada ras dan musim. Patokannya kondisi kulit, bukan jumlah bulu. Selama kulit sehat, tidak ada bagian botak, dan peliharaan tidak gatal, rontok yang merata umumnya wajar.
Bulu kucing rontok tapi tidak gatal, apakah berarti aman?
Belum tentu. Sebagian gangguan hormon menimbulkan rontok tanpa gatal. Bila botaknya simetris di kedua sisi, atau berat badan dan nafsu makannya ikut berubah, sebaiknya diperiksa dokter.
Apakah botak karena jamur bisa menular ke manusia?
Bisa. Sebagian jamur kulit menular ke manusia dan ke hewan lain. Bila ada bercak botak bulat pada peliharaan dan anggota keluarga ikut gatal, periksakan peliharaan dan jaga kebersihan rumah.
Bisakah bulu rontok diperiksa di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet datang ke rumah di Jabodetabek untuk memeriksa kulit dan bulu, sekaligus melihat tempat tidur dan lingkungan yang kadang menyimpan petunjuk, misalnya sarang kutu. Jadwal dan perkiraan biaya disampaikan lewat WhatsApp.
Foto bagian yang rontok, lalu ceritakan lewat WhatsApp
Kirim foto bagian yang rontok dari dekat, sebutkan sejak kapan, apakah peliharaan gatal, dan apakah ada anggota keluarga atau hewan lain yang ikut gatal.