Distemper anjing (canine distemper virus): tanda dan pencegahan
Pembuka
Distemper adalah salah satu penyakit menular anjing yang paling serius dan sering berakibat fatal, terutama pada anak anjing yang vaksinnya belum lengkap. Berkat vaksinasi, kasusnya kini jauh berkurang, tetapi wabah masih terjadi di lingkungan yang banyak anjingnya belum divaksin.
Halaman ini membahas virusnya, tiga tahap tandanya, cara dokter memastikannya, dan pencegahannya.
1. Apa itu canine distemper virus
Virus distemper masih sekerabat dengan virus campak pada manusia. Virus ini menginfeksi anjing dan beberapa binatang pemangsa liar seperti musang.
Penularannya lewat percikan bersin dan batuk, cairan hidung dan mata, serta kadang lewat mangkuk atau mainan. Virusnya tidak tahan lama di luar tubuh, tetapi mudah menular di tempat yang padat anjing, misalnya pet shop dan penampungan.
Yang paling rentan adalah anak anjing umur 6 minggu sampai 6 bulan. Pada umur itu perlindungan dari induk sudah memudar, sementara vaksinnya belum tuntas.
2. Tiga tahap tandanya
Tanda muncul sekitar satu sampai dua minggu sesudah tertular, dan ketiga tahap bisa tumpang tindih.
Tahap napas:
- Demam yang sering naik turun
- Cairan hidung yang awalnya encer lalu kental, dan kotoran di kedua mata
- Batuk, bersin, lesu, dan nafsu makan turun
- Muntah dan mencret, kadang berdarah
- Kekurangan cairan dan berat badan turun
- Kejang, sering diawali kedutan rahang seperti sedang mengunyah
- Kedutan otot berirama di kaki atau kepala yang tidak berhenti
- Jalan sempoyongan, gemetar, dan lumpuh sebagian
- Perubahan perilaku, berputar-putar, atau gangguan penglihatan
Tahap pencernaan:
Tahap saraf, yang paling berbahaya, bisa muncul 1 sampai 3 minggu kemudian, bahkan berbulan-bulan sesudah anjing tampak pulih:
Sebagian anjing yang bertahan mengalami penebalan bantalan kaki dan hidung, yang dikenal sebagai hard pad. Anak anjing yang selamat juga sering memiliki cacat lapisan gigi yang menetap.
3. Kenapa kejang karena distemper sering fatal
- Virus menyerang otak dan saraf, dan kerusakannya berlanjut walau batuk dan mencretnya reda
- Kejangnya sulit dikendalikan dengan obat kejang biasa
- Kedutan otot sering menetap seumur hidup
- Belum ada obat antivirus yang terbukti membunuh virus distemper
4. Cara dokter memastikannya
- Riwayat vaksin dan pola gejala, terutama pada anak anjing yang belum divaksin
- Tes PCR dari usapan mata atau hidung, darah, atau cairan saraf, yang diperiksa di laboratorium
- Tes antibodi, yang tafsirannya bergantung pada riwayat vaksin
- Pemeriksaan darah, yang mendukung tetapi tidak memastikan
Sampel darah dan usapan bisa diambil saat dokter datang ke rumah, lalu dikirim ke laboratorium.
5. Penanganan dan peluang sembuhnya
Penanganannya mendukung tubuh: cairan, penahan muntah, obat untuk infeksi bakteri tambahan, dukungan makan, dan pengendalian kejang. Penanganan ini umumnya memerlukan rawat inap, dan bila perlu kami bantu merujuk.
- Anjing dewasa yang sudah divaksin dan terpapar ringan umumnya pulih
- Anak anjing yang belum divaksin dengan gejala napas dan pencernaan berisiko tinggi
- Anjing dengan gejala saraf peluangnya kecil, dan yang bertahan sering membawa kedutan menetap
Saat kualitas hidupnya sangat menurun, sebagian keluarga memilih euthanasia. Keputusan ini dibicarakan bersama dokter dengan tenang.
6. Pencegahan lewat vaksin
Vaksin distemper termasuk vaksin inti untuk semua anjing, biasanya dalam satu suntikan kombinasi. Anak anjing divaksin beberapa kali sampai rangkaiannya tuntas, lalu diulang berkala. Jadwal pastinya ditetapkan dokter menurut umur saat pemberian pertama.
- Jangan bawa anak anjing ke taman atau tempat ramai anjing sebelum rangkaiannya selesai
- Pilih anak anjing dari sumber yang jelas riwayat vaksinnya
- Bila ada wabah di sekitar Anda, bicarakan langkah tambahan dengan dokter
7. Pertanyaan yang sering muncul
Apakah distemper anjing bisa menular ke manusia atau kucing?
Distemper anjing tidak membuat sakit manusia maupun kucing rumahan. Virus ini bisa menginfeksi sebagian binatang pemangsa liar, tetapi bagi pemilik di rumah yang perlu diwaspadai adalah penularan dari anjing ke anjing.
Anjing saya bersentuhan dengan anjing yang diduga distemper, apa yang harus dilakukan?
Bila vaksinnya lengkap, risikonya rendah tetapi bukan nol. Amati selama 2 sampai 3 minggu, terutama demam, cairan hidung atau mata yang kental, dan lesu. Anak anjing yang vaksinnya belum lengkap sebaiknya segera diperiksakan.
Apakah ada tes untuk mendeteksi distemper lebih awal?
Tes PCR bisa positif sebelum tanda muncul, tetapi hasil negatif pada tahap awal belum menyingkirkan infeksi. Untuk anak anjing yang belum divaksin dan jelas terpapar, dokter biasanya menggabungkan pengamatan ketat dengan tes ulang.
Apakah Kalyan Vet menangani anjing yang diduga distemper?
Anjing yang sudah kejang, sesak, atau sangat lemah perlu rawat inap, jadi segera ke klinik hewan terdekat. Untuk gejala awal, dokter Kalyan Vet bisa memeriksa dan mengambil sampel di rumah, di wilayah Jabodetabek, lalu membantu merujuk bila perlu.
Ingus kental dan mata belekan pada anak anjing jangan dianggap flu biasa
Sebutkan umur anjing, riwayat vaksinnya, dan sejak kapan gejalanya muncul. Bila sudah ada kejang atau kedutan, tulis EMERGENCY di awal pesan.