Lompat ke isi
Kalyan Vet Kalyan Vet Ceritakan keluhannya

Distemper pada anjing: gejala, bahayanya, dan kenapa vaksin penting

Distemper pada anjing: gejala, bahayanya, dan kenapa vaksin penting

· 2 menit baca

Pembuka

Distemper ditakuti bukan hanya karena bisa mematikan, tetapi karena wajahnya berubah-ubah. Di awal, distemper mirip flu biasa. Lalu penyakit ini menyerang saraf saat anjing tampak mulai membaik.

Halaman ini membantu Anda mengenali polanya lebih awal, dan menjelaskan kenapa pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati.

1. Penyebab dan cara menularnya

Distemper disebabkan canine distemper virus, kerabat virus campak yang menyerang anjing dan beberapa binatang liar. Virus menyebar lewat percikan napas saat anjing yang sakit batuk atau bersin, serta lewat cairan tubuh lain.

Yang paling rentan:

  • Anak anjing yang belum menyelesaikan rangkaian vaksin
  • Anjing dewasa yang riwayat vaksinnya tidak lengkap atau tidak diketahui
  • Anjing dari lingkungan padat, seperti penampungan atau tempat jual beli anjing

2. Gejalanya datang bergelombang

Tahap awal:

  • Demam
  • Cairan dari hidung dan mata, awalnya bening lalu kental
  • Lesu dan nafsu makan turun
  • Batuk dan gangguan napas
  • Muntah dan mencret
  • Kedutan otot berirama di kepala atau kaki, yang cukup khas untuk distemper
  • Gemetar dan kejang
  • Jalan sempoyongan, kepala miring, atau kehilangan keseimbangan
  • Perubahan perilaku

Pada tahap ini distemper mudah dikira flu atau sakit perut biasa. Kadang anjing tampak sedikit membaik, sehingga keadaannya terkesan sudah lewat.

Tahap lanjut, saat saraf terkena:

Sebagian anjing juga mengalami penebalan bantalan kaki dan hidung (hard pad). Gejala saraf bisa muncul beberapa minggu sesudah tanda awal, bahkan saat napas dan pencernaannya sudah pulih.

3. Kenapa distemper begitu berbahaya

  • Menyerang banyak sistem sekaligus: napas, pencernaan, dan saraf
  • Banyak anjing tidak bertahan, terutama anak anjing dan anjing yang belum divaksin
  • Kerusakan saraf bisa menetap, misalnya kedutan yang tidak sepenuhnya hilang
  • Tidak ada obat pembunuh virusnya, jadi penanganan hanya mendukung tubuh: cairan, makanan, pengendalian kejang, dan pencegahan infeksi tambahan

Peluang pulih sangat bergantung pada keadaan tubuh dan seberapa dini penanganan dimulai.

4. Kapan harus segera mencari pertolongan

Segera cari pertolongan, apalagi pada anak anjing atau anjing yang belum divaksin, bila muncul:

  • Kejang, atau kedutan otot berirama yang berulang
  • Jalan sempoyongan, kepala miring, atau kehilangan keseimbangan
  • Demam dengan cairan kental dari hidung dan mata, batuk, dan lesu berat
  • Muntah dan mencret yang membuat anjing cepat lemas
  • Menolak makan dan minum

Kirim WhatsApp sekarang dan tulis EMERGENCY di awal pesan. Anjing dengan gejala saraf berat perlu pemantauan ketat dan rawat inap, jadi bila tidak bisa menunggu, segera ke klinik hewan terdekat.

5. Pencegahan: vaksin adalah kuncinya

Vaksin distemper termasuk vaksin inti untuk semua anjing menurut panduan vaksinasi internasional.

  • Selesaikan rangkaian vaksin anak anjing. Vaksin diberikan bertahap karena antibodi dari induk bisa mengganggu kerja vaksin di usia dini, jadi jangan berhenti di tengah.
  • Lanjutkan vaksin ulangan sesuai anjuran dokter supaya perlindungannya terjaga.
  • Jauhkan anak anjing yang vaksinnya belum tuntas dari tempat berisiko dan dari anjing yang tidak jelas kesehatannya.
  • Buatkan jadwal vaksin secepatnya untuk anjing adopsi yang riwayat vaksinnya tidak jelas.

6. Pertanyaan yang sering muncul

Apakah distemper pada anjing bisa sembuh?

Bisa, terutama bila gejalanya masih di tahap napas dan pencernaan dan penanganan dimulai dini. Peluangnya jauh lebih kecil bila saraf sudah terkena, dan sebagian anjing yang bertahan membawa kedutan menetap.

Bagaimana membedakan distemper dengan flu biasa?

Di awal memang sulit. Yang patut dicurigai adalah anjing yang belum divaksin dengan cairan hidung dan mata yang mengental, demam, lalu muntah atau mencret. Kedutan otot berirama adalah tanda yang cukup khas untuk distemper.

Anjing yang sudah divaksin masih bisa terkena distemper?

Bisa, tetapi jarang dan biasanya lebih ringan. Perlindungan paling kuat didapat bila rangkaian vaksin anak anjing tuntas dan ulangannya tidak terlewat. Bawa catatan vaksinnya supaya dokter bisa menilai celahnya.

Anjing dewasa yang belum pernah divaksin, apakah sudah terlambat?

Belum terlambat. Anjing dewasa tetap bisa memulai vaksin, dengan susunan yang berbeda dari anak anjing. Dokter menetapkan jadwalnya sesudah memeriksa keadaan anjing pada hari itu.

Bisa vaksin distemper di rumah?

Bisa. Dokter Kalyan Vet memberikan vaksinasi anjing di rumah di wilayah Jabodetabek, sehingga anak anjing yang belum boleh keluar tidak perlu dibawa ke tempat ramai. Jadwalnya disusun menurut umur dan riwayat vaksin.

Belum yakin status vaksinnya? Sebutkan umur dan riwayatnya

Sebutkan umur anjing, riwayat vaksinnya, dan gejala yang terlihat. Dari situ kami sarankan langkah berikutnya, termasuk jadwal vaksin di rumah.

Bagikan: WhatsApp Facebook Telegram

Keadaan gawat? Tulis EMERGENCY di awal pesan

Ceritakan keluhannya

Sesak napas, kejang, tidak sadar, keracunan, atau berdarah tidak berhenti perlu ditangani saat itu juga. Kami melayani 24 jam: tulis EMERGENCY di awal pesan WhatsApp Anda agar tim kami memberikan tanggapan prioritas, siang maupun malam. Untuk keadaan yang membutuhkan oksigen, transfusi, atau rawat inap, dokter kami mengatakannya terus terang dan membantu merujuk ke fasilitas yang punya perlengkapannya.

Ceritakan keluhan anabul hari ini

Dokter kami datang ke rumah Anda di seluruh Jabodetabek.

Ringkasan layanan

AreaJabodetabek
Layanan24 jam, setiap hari
Kata kunci daruratEMERGENCY
Biaya kunjunganditanyakan lewat WhatsApp

Kami melayani 24 jam, termasuk malam hari. Kunjungan malam dihitung layanan darurat, dan rinciannya kami sampaikan lewat WhatsApp sebelum dokter berangkat. Untuk keadaan gawat, tulis EMERGENCY di awal pesan.

Ceritakan keluhannya
Ceritakan keluhannya