Vaksin dan dokumen sebelum membawa peliharaan ke luar negeri
Pembuka
"Bulan depan saya pindah ke luar negeri, anjing saya bisa ikut?" Jawaban panjangnya: bisa, tetapi butuh persiapan serius dan waktu yang jauh lebih lama daripada mengurus tiket.
Tiap negara tujuan punya syarat vaksin, mikrochip, pemeriksaan laboratorium, dan dokumen yang berbeda. Sebagian besar menuntut persiapan beberapa bulan. Halaman ini menjelaskan urutannya dan apa yang bisa salah bila waktunya tidak diatur.
1. Kenapa syaratnya seketat itu
Tiap negara melindungi hewan dan ternaknya dari penyakit yang belum ada di wilayahnya, dan yang paling dijaga adalah rabies karena fatal serta menular ke manusia.
Indonesia belum berstatus bebas rabies, dan sebagian wilayahnya masih tertular. Karena itu peliharaan yang dibawa keluar dari Indonesia dianggap berasal dari daerah berisiko, dan negara tujuan meminta bukti lengkap bahwa peliharaan itu sudah divaksin dan perlindungannya memadai.
Sebagai pemilik, empat hal yang harus Anda buktikan:
- Identitas peliharaan secara permanen, lewat mikrochip
- Vaksinasi rabies yang sah dan terbukti menghasilkan perlindungan, lewat sertifikat dan pemeriksaan antibodi
- Peliharaan sehat saat berangkat, lewat surat keterangan kesehatan
- Seluruh dokumen dan prosedur yang diminta negara tujuan sebelum kedatangan
2. Mikrochip, pondasi semua dokumennya
Mikrochip adalah syarat pertama. Tanpa mikrochip yang terbaca standar internasional, dokumen lain tidak berlaku, karena tidak ada cara membuktikan sertifikat vaksin itu memang milik hewan yang ada di hadapan petugas.
Standar yang dituntut adalah mikrochip berkode 15 angka yang terbaca alat pemindai di sebagian besar negara. Mikrochip model lama berisiko tidak terbaca di negara tujuan.
Urutannya sangat menentukan:
- Pasang mikrochip lebih dulu
- Baru vaksin rabies sesudahnya, boleh di hari yang sama asalkan mikrochipnya dipasang duluan
Bila urutannya terbalik, banyak negara menganggap vaksin rabies itu tidak sah untuk keperluan perjalanan. Sertifikat vaksinnya harus mencantumkan nomor mikrochip yang sudah terpasang.
Pemasangannya cepat dan tidak butuh pembiusan. Setelah terpasang, mikrochipnya dipindai ulang untuk memastikan terbaca. Urus langkah ini di klinik yang menyediakan pemasangan mikrochip berstandar internasional, sebelum vaksin rabiesnya diberikan.
3. Vaksin rabies dan pemeriksaan antibodinya
Setelah mikrochip terpasang, vaksin rabies adalah langkah kedua. Vaksinnya sendiri belum cukup, karena banyak negara meminta bukti bahwa vaksin itu benar-benar menghasilkan antibodi yang melindungi.
Pemeriksaan itu berupa tes darah yang mengukur kadar antibodi rabies, dan ada ambang minimum yang harus dilewati agar dinyatakan lulus.
Waktunya yang paling sering salah dihitung orang:
- Sampel darah baru boleh diambil sedikitnya 30 hari setelah vaksin rabies, agar antibodinya sempat terbentuk
- Sampelnya dikirim ke laboratorium yang diakui, dan hasilnya keluar sekitar dua sampai empat minggu kemudian
- Sebagian besar negara meminta masa tunggu tiga sampai enam bulan terhitung sejak tanggal pengambilan darah, bukan sejak tanggal vaksinnya
Totalnya, dari vaksin sampai boleh terbang, umumnya empat sampai enam bulan untuk negara yang ketat, dan satu sampai tiga bulan untuk yang lebih longgar.
4. Perbedaan antarnegara
Tiap negara punya badan berwenang dan aturannya sendiri, dan aturannya berubah dari waktu ke waktu. Gambaran umumnya:
- Negara yang sudah bebas rabies, misalnya Australia dan Selandia Baru, menerapkan syarat paling ketat. Urutannya mikrochip, vaksin rabies pada umur minimal 12 minggu, tes antibodi, masa tunggu panjang, izin impor, lalu karantina setelah tiba.
- Negara di kawasan yang lebih dekat umumnya menuntut mikrochip, vaksin rabies, tes antibodi, dan izin masuk, dengan masa tunggu yang lebih pendek.
- Sebagian besar negara Eropa mensyaratkan mikrochip, vaksin rabies, tes antibodi, dan dokumen kesehatan resmi.
Selalu periksa situs resmi badan berwenang negara tujuan sebelum memulai, dan jangan menyusun jadwal berdasarkan cerita orang lain yang berangkat beberapa tahun lalu.
5. Urutan langkah yang paling aman
- Tentukan negara tujuan dan tanggal keberangkatan, lalu hitung mundur sedikitnya enam bulan
- Pasang mikrochip
- Vaksin rabies setelah mikrochipnya terpasang
- Tunggu sedikitnya 30 hari, lalu ambil sampel darah untuk tes antibodi
- Kirim sampelnya, lalu tunggu hasilnya keluar
- Jalani masa tunggu yang diminta negara tujuan
- Urus izin impor dan dokumen karantina
- Ambil surat keterangan kesehatan menjelang keberangkatan, sesuai tenggat yang ditentukan
Vaksin rabies dan pengambilan sampel darahnya bisa dilakukan di rumah Anda di Jabodetabek. Pengurusan izin dan karantina di luar itu, karena keduanya ranah balai karantina dan badan berwenang negara tujuan.
Satu hal yang perlu dipastikan lebih dulu, dan ini menentukan: tanyakan ke balai karantina serta badan berwenang negara tujuan, apakah cara pengambilan sampel dan laboratoriumnya memenuhi syarat yang berlaku di sana. Kalyan Vet tidak menjamin hasilnya diterima, karena ketentuan tiap negara berbeda dan berubah. Sampel yang diambil atau diperiksa di luar ketentuan itu terbuang, dan masa tunggunya mulai lagi dari awal.
6. Pertanyaan yang sering muncul
Berapa lama persiapannya sebelum bisa terbang?
Umumnya empat sampai enam bulan untuk negara yang ketat, dan satu sampai tiga bulan untuk yang lebih longgar. Hitungannya dimulai dari pemasangan mikrochip, bukan dari tanggal tiket dibeli.
Kenapa mikrochip harus dipasang sebelum vaksin rabies?
Karena sertifikat vaksin harus tertaut ke nomor mikrochip yang sudah ada. Bila vaksinnya diberikan lebih dulu, banyak negara menganggap vaksin itu tidak sah untuk perjalanan, dan Anda harus mengulang dari awal.
Bisakah vaksin dan pengambilan sampelnya diurus di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet memberi vaksin rabies dan mengambil sampel darah untuk tes antibodi di rumah Anda di Jabodetabek. Pengurusan izin dan karantina tetap lewat badan berwenang. Pastikan lebih dulu ke balai karantina bahwa cara pengambilan sampel dan laboratoriumnya memenuhi syarat negara tujuan, karena kami tidak menjamin hasilnya diterima.
Kalau keberangkatannya tinggal sebulan lagi, bagaimana?
Untuk negara yang ketat, kemungkinan besar peliharaan Anda harus menyusul belakangan, atau menjalani karantina lebih lama di negara tujuan. Segera hitung ulang jadwalnya bersama dokter dan badan karantina.
Mulai hitung mundurnya dari sekarang, bukan dari tanggal tiket
Kirim lewat WhatsApp negara tujuan, perkiraan tanggal keberangkatan, jenis dan umur peliharaan Anda, status mikrochip dan vaksin rabiesnya, serta pin lokasi.