Tes titer antibodi: perlu atau tidak sebelum vaksin ulang
Pembuka
"Peliharaan saya sudah vaksin tahun lalu, benar-benar perlu diulang tahun ini, atau bisa cek titer dulu?" Pertanyaan ini makin sering muncul.
Jawaban singkatnya: tes titer pilihan yang sah untuk vaksin inti pada anjing dan kucing dewasa yang sudah divaksin lengkap. Tetapi ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum memutuskan.
1. Apa yang sebenarnya diukur
Tes titer adalah pemeriksaan darah yang mengukur kadar antibodi terhadap penyakit tertentu. Yang lazim diperiksa penyakit virus inti, yaitu distemper dan parvo pada anjing, serta panleukopenia pada kucing.
Logikanya, bila antibodinya cukup, tubuh pernah mengenali kuman itu dan diperkirakan akan menanggapi cepat bila bertemu lagi.
Tiga hal yang perlu diingat:
- Titer mengukur antibodi, bukan seluruh sistem kekebalan. Untuk penyakit virus inti, antibodi memang bagian yang paling menentukan
- Hasilnya potret hari itu. Titer yang cukup sekarang bukan jaminan mutlak tahun depan
- Batas "cukup" mengikuti kesepakatan laboratorium, dan tiap laboratorium bisa berbeda. Baca keterangan di lembar hasilnya
2. Kapan masuk akal
- Anjing dan kucing dewasa yang sudah menyelesaikan rangkaian vaksin anak ditambah satu ulangan pada umur sekitar 12 sampai 16 bulan
- Pemilik yang ingin keputusan berdasar data, bukan mengulang vaksin otomatis tiap tahun
- Peliharaan yang pernah bereaksi terhadap vaksin, misalnya bentol atau reaksi berat
- Peliharaan tua, atau yang punya penyakit kekebalan, tempat tiap rangsangan kekebalan perlu ditimbang dulu
3. Kapan tidak cocok
- Anak anjing dan anak kucing yang rangkaian vaksin dasarnya belum selesai. Selesaikan dulu protokolnya
- Rabies. Di Indonesia rabies diatur pemerintah, dan titer rabies bukan pengganti vaksin rutin menurut aturan
- Vaksin untuk penyakit bakteri seperti leptospirosis dan batuk kandang. Kadar antibodinya tidak berhubungan baik dengan perlindungan, jadi ulangannya tetap mengikuti jadwal
- Peliharaan yang akan dititipkan atau bepergian, karena fasilitasnya umumnya menuntut sertifikat vaksin aktif, bukan lembar hasil titer
4. Urutan pemeriksaannya
- Periksa dulu ke dokter. Riwayat vaksin, keadaan kesehatan, dan seberapa sering peliharaan kontak dengan hewan lain ikut menentukan apakah titer masuk akal
- Ambil sampel darah dari pembuluh balik. Ini bisa dilakukan di rumah, dan peliharaan tidak perlu puasa
- Tentukan panel yang diperiksa. Pada anjing umumnya distemper, parvo, dan adenovirus. Pada kucing panleukopenia, yang korelasinya paling kuat
- Sampel dikirim ke laboratorium. Sebagian klinik punya alat tes cepat yang hasilnya keluar dalam hitungan menit
- Bahas hasilnya dengan dokter. Jangan menafsir sendiri, karena hewan yang baru divaksin atau sedang sakit bisa terlihat tinggi karena alasan yang berbeda
- Bila hasilnya cukup, vaksin ulang inti bisa ditunda dan diperiksa lagi tahun depan. Bila kurang atau di ambang, vaksin ulang dianjurkan. Rabies dan vaksin bukan inti tetap mengikuti jadwalnya
5. Untung dan ruginya
Alasan memilih tes titer:
- Keputusannya berdasar data, bukan mengulang berjaga-jaga
- Mengurangi vaksin yang berlebih. Lama perlindungan vaksin inti bisa bertahun-tahun, tidak persis dua belas bulan
- Mengurangi peluang reaksi sesudah vaksin, walau reaksi itu memang jarang
- Cocok untuk peliharaan tua atau yang kekebalannya terganggu
- Biayanya bisa setara atau lebih dari vaksin ulang itu sendiri
- Belum semua klinik dan laboratorium di Indonesia melayaninya
- Hasil yang cukup hari ini perlu diperiksa ulang berkala, jadi biayanya menumpuk
- Tidak menggantikan rabies dan vaksin bukan inti
- Penitipan dan perjalanan tetap menuntut sertifikat vaksin
Alasan tetap memilih vaksin ulang biasa:
Pedoman internasional menempatkan keduanya setara untuk penyakit virus inti pada anjing dan kucing dewasa. Keduanya bisa dipertanggungjawabkan secara medis.
6. Pertanyaan yang sering muncul
Tes titer bisa dipakai untuk rabies?
Secara teknis ada tes titer rabies, dan itu dipakai untuk syarat perjalanan ke luar negeri. Untuk vaksinasi rabies rutin di Indonesia, titer bukan pengganti vaksin sesuai jadwal.
Berapa lama hasilnya keluar?
Tergantung caranya. Alat tes cepat di klinik sekitar 20 sampai 30 menit. Sampel yang dikirim ke laboratorium luar umumnya tiga sampai tujuh hari kerja.
Kalau hasilnya di ambang, harus divaksin ulang?
Di ambang berarti datanya belum tegas, bukan berarti tidak terlindungi. Dokter menimbang seberapa sering peliharaan kontak dengan hewan lain, keadaan kesehatannya, dan kelengkapan riwayat vaksinnya. Banyak dokter menganjurkan vaksin ulang karena batas amannya lebih lebar.
Bisa diambil sampel darahnya di rumah?
Bisa. Dokter Kalyan Vet mengambil sampel darah di rumah Anda di Jabodetabek, mengirimnya ke laboratorium, lalu membahas hasilnya dan langkah berikutnya. Sebelum dijadwalkan, riwayat vaksin peliharaan ditanyakan dulu lewat WhatsApp, karena kadang vaksin ulang langsung justru lebih praktis.
Kirim riwayat vaksinnya dulu
Kirim lewat WhatsApp jenis dan usia peliharaan, tanggal vaksin terakhirnya, riwayat reaksi bila pernah ada, dan pin lokasi Anda.